Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa, Bobby Dukung
Medan — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi rakyat hingga tingkat desa dan kelurahan. Pernyataan itu disampaikan usai mengikuti peresmian operasionalisasi 1.061 KMP yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara virtual, Sabtu (16/5), dari KMP Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.
Peresmian nasional dan partisipasi Sumut
Peresmian pusat dilakukan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan tersambung secara virtual ke berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara. Dari lokasi di Jalan Lizardi Putra, Simpang Selayang, Bobby bersama jajaran Forkopimda Sumut mengikuti rangkaian acara dan diskusi terkait operasionalisasi KMP.
Dukungan Pemerintah Provinsi Sumut
Usai acara, Bobby menyatakan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumut terhadap program nasional tersebut. Menurutnya, kehadiran koperasi di tingkat paling bawah menjadi langkah strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat.
"KMP menjadi program utama Bapak Presiden. Kami akan berkolaborasi, baik dari sisi penyediaan lahan maupun pelaksanaan program. Setiap program pasti memiliki kendala, namun dapat kita selesaikan bersama dengan mencari solusi terbaik," ujar Bobby Nasution.
Sasaran dan fasilitas Koperasi Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto menyebut KMP diharapkan menjadi penggerak ekonomi desa dan kelurahan serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Ia menilai peresmian operasionalisasi KMP sebagai tonggak bersejarah karena koperasi telah dilengkapi fasilitas pendukung.
"Koperasi Merah Putih telah dilengkapi gedung, gudang, sistem, barang, hingga dukungan transportasi dan logistik. Melalui Koperasi Merah Putih juga kita sediakan kredit-kredit murah untuk rakyat. Intinya, kesuksesan ini perlu kita bangun melalui kolaborasi semua pihak," ujar Presiden Prabowo Subianto.
Target pembentukan dan kolaborasi lintas lembaga
Bobby menegaskan komitmen Pemprov Sumut mendukung target nasional pembentukan 6.100 KMP yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. Ia menyampaikan rencana kolaborasi antara Pemprov dan Kodam I/Bukit Barisan untuk mempercepat pembentukan koperasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Implikasi dan langkah ke depan
Program KMP diharapkan membuka akses usaha bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat distribusi kebutuhan pokok hingga ke daerah terpencil. Keberhasilan implementasi akan bergantung pada sinergi pemerintah pusat, provinsi, aparat keamanan, dan pelaku lokal dalam penyediaan fasilitas, pembiayaan, dan manajemen koperasi.
Dengan dukungan pemerintahan daerah dan fasilitas yang disiapkan, KMP berpotensi menjadi fondasi bagi peningkatan ekonomi kerakyatan di tingkat desa dan kelurahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Nasir Nurdin Kembali Maju Ketua PWI Aceh, Kantongi 118 Dukungan
Nasir Nurdin maju lagi sebagai calon Ketua PWI Aceh 2026–2031 dengan 118 dukungan menjelang Konferprov XIII...
Irwansyah Advokasi Bantuan Fasilitas untuk 8 Masjid di Banda Aceh
Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah advokasi fasilitas untuk delapan masjid dan serahkan sound system di dua mas...
Wali Kota Sabang Buka FASI 2026, Tekankan Pembinaan Generasi Qurani
Wali Kota Sabang membuka FASI 2026 di Masjid Agung Babussalam, menekankan pembinaan generasi Qurani sebagai...
Kesadaran Bayar Tunggakan Rekening Air Meningkat di Aceh Besar
Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar mencatat peningkatan kepatuhan pelanggan membayar tunggakan setelah sosia...
Pemkab Nagan Raya Imbau Warga Waspadai Kabut Asap Karhutla
Pemkab Nagan Raya imbau warga waspada kabut asap karhutla; gunakan masker, batasi aktivitas luar, tutup jend...
Pemkot Sabang Bagikan 5.000 Masker Antisipasi Kabut Asap
Pemkot Sabang membagikan 5.000 masker medis pada 16 Oktober 2026 untuk mengurangi risiko kesehatan akibat ka...