Halida Hatta: Koperasi Bung Hatta Lahir dari Semangat Gotong Royong
Putri Mohammad Hatta, Halida Nuriah Hatta, menjelaskan alasan Bung Hatta memilih koperasi sebagai bentuk usaha untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara pada Senin malam, 6 Juli 2026, terkait akar gagasan koperasi dan relevansinya bagi Indonesia.
Latar belakang gagasan koperasi
Menurut Halida, ide koperasi lahir dari pengamatan Bung Hatta terhadap kondisi ekonomi kaum pribumi saat menuntut ilmu di luar negeri. Pengalaman itu mendorongnya mencari model ekonomi yang dapat memperbaiki posisi tawar rakyat kecil.
Pengamatan di Eropa dan studi praktik koperasi
Halida mengungkap Bung Hatta mempelajari praktik koperasi di negara-negara Skandinavia. Ia melihat Denmark, Swedia, dan Norwegia berhasil mengatasi kesenjangan ekonomi melalui gerakan kolektif.
Saat di Eropa, Bung Hatta melihat bangsa Indonesia hidup dalam kondisi ekonomi yang tidak seimbang. Bangsa Indonesia ketika itu hanya menjadi buruh dengan upah kecil dan tidak menikmati nilai tambah dari hasil pekerjaannya
Pengalaman itu kemudian dibandingkan dengan kondisi sosial di tanah air. Menurut Halida, Bung Hatta menilai Indonesia memiliki modal sosial kuat berupa kebiasaan saling membantu dan musyawarah.
Gotong royong sebagai modal sosial koperasi
Halida menegaskan budaya gotong royong dan kebiasaan berembuk menjadi dasar logis mengembangkan koperasi di Indonesia. Ia menilai secara praktis, jika masyarakat bekerja sendiri, posisi tawar mereka menjadi lemah.
Bung Hatta melihat masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan berkumpul dan berembuk sebelum mengambil keputusan bersama. Nilai-nilai itu menjadi modal sosial yang sangat kuat untuk mengembangkan koperasi di Indonesia
Dengan koperasi, masyarakat dapat menyatukan sumber daya untuk memperbaiki kesejahteraan bersama. Halida menekankan bahwa Bung Hatta memandang koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan cerminan demokrasi ekonomi.
Pandangan pembuat kebijakan
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menilai pemikiran Bung Hatta relevan hingga kini. Ia menyebut Bung Hatta sebagai pelopor ekonomi kerakyatan yang termaktub dalam Pasal 33 UUD 1945.
Saya menganggap Bung Hatta sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan karena ekonomi dalam konstitusi kita berlandaskan kepentingan rakyat. Ekonomi kerakyatan tersebut saat ini sedang dilaksanakan dan direalisasikan melalui berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo melalui Danantara
Implikasi dan relevansi ke depan
Nilai gotong royong dan musyawarah yang dikedepankan Bung Hatta dinilai masih relevan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat. Pendekatan koperasi disebut sebagai salah satu jalan untuk membangun kemandirian ekonomi tanpa mengabaikan nilai kebersamaan.
Dengan mempertahankan prinsip kolektif tersebut, para pemangku kebijakan dan kelompok masyarakat diharapkan dapat menerjemahkan semangat koperasi ke dalam kebijakan dan praktik ekonomi yang berpihak pada rakyat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...