Politik

Konservasi Mangrove di Malang Dorong Pemberdayaan Pesisir

Bagikan:
Workshop dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove CMC Tiga Warna, Malang

Malang — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memuji program pemberdayaan masyarakat pesisir yang digagas Andreas Eddy Susetyo di Clungup Mangrove Conservation (CMC) Tiga Warna, Kabupaten Malang, Jumat (16/10/2026). Program mengintegrasikan konservasi mangrove dengan ekowisata untuk menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Konservasi terukur dan hasil nyata

Hasto mencatat laju konservasi mangrove di CMC Tiga Warna meningkat signifikan, dari sekitar 5,3 hektare per tahun menjadi lebih dari 10 hektare per tahun. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan pelestarian lingkungan dapat berjalan bersamaan dengan peningkatan ekonomi lokal.

"Saya kira ini menjadi sebuah revolutionary teamwork yang patut dicontoh daerah lain,"

Program pemberdayaan dan target kelompok

Program yang diprakarsai oleh Andreas menargetkan tiga kelompok strategis masyarakat pesisir. Melalui inisiatif UMKM Gotong Royong, peserta mendapat pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan potensi lokal dan kebutuhan keluarga.

  • Generasi muda
  • Ibu-ibu keluarga nelayan
  • Nelayan

Pelatihan untuk setiap kelompok

Untuk generasi muda, pelatihan mencakup literasi perdagangan karbon dan pengelolaan sampah bernilai ekonomis. Mereka juga dilatih mengolah limbah kayu menjadi kerajinan yang dapat dijual sebagai suvenir.

"Literasi perdagangan karbon ini penting. Kita ingin anak-anak muda paham bahwa konservasi hutan maupun mangrove itu tidak hanya menjaga alam, tetapi juga memiliki nilai manfaat ekonomi yang tinggi," kata Andreas.

Ibu-ibu nelayan mendapat pelatihan pengolahan produk kuliner berbasis hasil laut untuk memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga saat nelayan tidak melaut. Andreas menegaskan pentingnya sumber pendapatan alternatif bagi keluarga nelayan.

"Fokus kita kepada ibu-ibu nelayan di sekitar sini agar mereka punya sumber pendapatan tambahan,"

Sementara itu, nelayan dilatih meningkatkan efisiensi tangkapan dan mengembangkan budidaya ramah lingkungan, termasuk penerapan silvofishery dan Keramba Jaring Apung (KJA). Mereka juga didorong menjadi pelaku wisata pesisir sebagai sumber pendapatan alternatif.

Dampak lingkungan dan ekonomi biru

Selain meningkatkan luas konservasi, kawasan mangrove berperan signifikan dalam menyerap dan menyimpan karbon. Potensi ini berkaitan dengan pengembangan ekonomi biru dan perdagangan karbon, meski pemanfaatannya memerlukan pengukuran dan tata kelola yang tepat.

Partisipasi dan prospek

Workshop dihadiri tokoh partai dan pemerintahan daerah serta organisasi masyarakat setempat. Pendekatan yang ditempuh menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima manfaat.

Dengan peningkatan kapasitas dan diversifikasi ekonomi, CMC Tiga Warna diharapkan tidak hanya menjadi kawasan lindung pesisir dari dampak perubahan iklim, tetapi juga berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait