Banyuwangi Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk 28 Ribu Santri
BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi meluncurkan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk menyasar 28 ribu santri dari 45 pondok pesantren menjelang Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan berlangsung sejak pertengahan Oktober dan mencakup pemeriksaan tekanan darah, hemoglobin, mata, gigi, serta skrining penyakit menular dan tidak menular.
Ruang lingkup pemeriksaan
Pemeriksaan CKG meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek hemoglobin untuk mendeteksi anemia, pemeriksaan mata, cek gigi dan mulut. Tim medis juga melakukan konsultasi untuk mendeteksi penyakit menular dan pengecekan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan kolesterol.
Tujuan dan pernyataan pejabat
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan program ini bagian dari komitmen pemerintah untuk menjamin kesehatan seluruh warga, termasuk warga pesantren. Ia menekankan pentingnya kesehatan jasmani dan rohani bagi pelajar pesantren agar dapat belajar dengan baik.
"Santri adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus sehat jasmani dan rohani agar bisa belajar dengan baik dan menjadi sumber daya manusia unggul,"
Selain mendeteksi penyakit, penyelenggara juga memberi edukasi tentang pola hidup sehat. Wakil Kepala Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah DPD menambahkan bahwa pemeriksaan ditujukan untuk membiasakan warga pesantren hidup sehat.
"Melalui program cek kesehatan gratis diharapkan seluruh santri, ustad, ustadzah, dan pengurus pondok pesantren dapat terjaga kesehatannya secara berkelanjutan,"
Pelaksanaan dan tindak lanjut
Pelayanan dilaksanakan secara bergiliran di pesantren. Saat pemeriksaan, santri atau warga pesantren yang terindikasi masalah kesehatan langsung ditangani tim medis. Mereka kemudian dipantau berkelanjutan oleh puskesmas terdekat.
Tim kesehatan juga melakukan pengecekan sanitasi lingkungan pesantren dan memberikan materi kesehatan reproduksi serta kebersihan. Pendekatan ini bertujuan menjadikan pesantren sebagai lingkungan pembelajaran yang sehat dan produktif.
Rangkaian kegiatan Hari Santri 2026
Selain CKG, Pemerintah Kabupaten menyusun sejumlah kegiatan menyemarakkan Hari Santri. Jadwal utama mencakup:
- Festival Anak Sholeh — 18 Oktober
- Santri Mengajar — 19 Oktober
- Rembuk Santri — 20 Oktober
- Pelatihan Masjid Affiliate — 21 Oktober
- Santri Enterpreneur — 22 Oktober
- Upacara Puncak Hari Santri — 22 Oktober
Implikasi dan langkah ke depan
Pemkab menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi dengan pondok pesantren dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Program CKG diharapkan menjadi model intervensi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Dengan strategi skrining, edukasi, dan pemantauan berkala, pemerintah menargetkan peningkatan derajat kesehatan santri sehingga pesantren dapat berfungsi optimal sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Wakil DPR Perjuangkan Aspirasi Ponorogo: Jalan, Air Bersih, PIP 2027
Anggota Komisi VI DPR, Ir. Budi Sulistyono, berkomitmen memperjuangkan aspirasi Ponorogo: jalan produksi, ai...
Konservasi Mangrove di Malang Dorong Pemberdayaan Pesisir
Konservasi mangrove di CMC Tiga Warna meningkat dua kali lipat, disandingkan program pemberdayaan masyarakat...
Eri Cahyadi: Modernisasi Kota Harus Melestarikan Budaya
Eri Cahyadi di Singkawang: modernisasi kota harus melestarikan budaya, perkuat solidaritas antarkota dan tuk...
Bantuan Air Bersih: PDI Perjuangan Kirim Tangki ke 6 Desa Lamongan
PDI Perjuangan Lamongan menyalurkan tangki air bersih ke enam desa terdampak kekeringan akibat El Nino pada...
Pemkab Ngawi Usulkan Intervensi untuk Stabilkan Harga Daging Ayam
Wabup Ngawi minta OPD intervensi untuk memangkas rantai pasok guna menstabilkan harga daging ayam Rp38.000/k...
Ketidakakuratan Data Bansos Hambat Penerima di Jatim
Ketidakakuratan dan lambatnya pemutakhiran data kesejahteraan di Jatim berisiko membuat bantuan sosial tidak...