Pemkab Ngawi Usulkan Intervensi untuk Stabilkan Harga Daging Ayam
Ngawi — Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko meminta OPD terkait mencari strategi menstabilkan harga daging ayam di pasar tradisional. Permintaan itu muncul setelah pemantauan menunjukkan harga daging ayam bertahan di kisaran Rp38.000 per kilogram sejak awal Oktober 2026. Pemantauan dilakukan Jumat, 16 Oktober 2026, di Pasar Beran dan Pasar Paron.
Pemantauan Harga di pasar tradisional
Pemantauan dilakukan oleh Tim Pemantau Harga Daerah sebagai upaya mengendalikan inflasi Kabupaten Ngawi. Kegiatan berlangsung rutin setiap pekan dan menyasar dua pasar tradisional pada setiap kunjungan. Selama Oktober 2026 tim menargetkan delapan pasar, dan sudah mengunjungi enam pasar saat pelaporan ini dibuat.
Temuan: harga dan ketersediaan
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas kebutuhan pokok tersedia dan harganya relatif stabil. Namun, daging ayam tercatat tetap tinggi, yaitu sekitar Rp38.000/kg sejak awal Oktober. Tim juga mencatat kenaikan pada beberapa jenis cabai, khususnya cabai tampar yang mencapai Rp75.000–Rp80.000/kg.
Sementara itu, ketersediaan minyak goreng, beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bawang merah terpantau aman. Gula pasir curah masih tersedia, kendati beberapa merek gula kemasan relatif sulit ditemukan di pasar.
Penyebab kenaikan dan opsi kebijakan
Wabup Dwi Rianto menyebut salah satu persoalan adalah panjangnya rantai distribusi daging ayam hingga sampai ke pedagang pasar. Kondisi ini dinilai membuat pedagang pasar kesulitan bersaing dengan penjual pinggir jalan yang memperoleh pasokan langsung dari peternak.
"Harga daging ayam Rp38.000 per kilogram itu mulai dari awal pemantauan, awal Oktober kemarin, sampai saat ini masih bertahan,"
Karena itu, Pemkab berencana merekomendasikan kajian kebijakan untuk memperpendek rantai distribusi. Menurut Wabup, langkah konkret bisa berupa upaya memutus atau memangkas rantai pasok pada beberapa komoditas, terutama ayam.
"Beberapa yang mungkin nanti akan kita rekomendasikan dari tim adalah paling tidak memutus rantai pasok beberapa komoditas, misalnya ayam. Kita lihat terlalu banyak rantai distribusinya sampai ke pedagang pasar,"
Tindak lanjut dan pengaruh ke depan
Pemkab Ngawi akan melanjutkan pemantauan harga secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional. Selain intervensi rantai pasok, hasil pemantauan akan menjadi bahan rekomendasi bagi dinas terkait untuk merumuskan kebijakan teknis.
Permintaan masyarakat terhadap bahan pokok saat pemantauan cenderung landai, setelah sebelumnya meningkat karena aktivitas hajatan. Pemantauan berkelanjutan diharapkan membantu menahan laju kenaikan harga dan memastikan stok tetap tersedia bagi konsumen.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Wakil DPRD Jember Kritik Komunikasi Pertamina soal Antrean BBM
Wakil DPRD Jember kritik lambatnya komunikasi Pertamina soal antrean BBM; Pertamina menjelaskan pemantauan C...
Warga Magetan Desak Perbaikan Irigasi, Talud, dan Pavingisasi
Warga Kecamatan Barat Magetan minta perbaikan irigasi, talud, drainase, dan pavingisasi; DPRD catat usulan t...
Kekeringan Parah di Ngawi, 4.723 Warga Terdampak
Musim kemarau membuat 22 desa di Ngawi kekeringan; 4.723 warga terdampak. Anggota DPR Budi Sulistyono kirim...
Pemkab Gresik Beri Penghargaan untuk Pendonor 50 Kali
Pemkab Gresik dan PMI memberi penghargaan bagi pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan sebanyak 50 ka...
DPRD Jatim Imbau Warga Panggul Jaga Hutan dan Sumber Air
Wakil Ketua DPRD Jatim ajak warga Panggul jaga hutan dan sumber air untuk menjamin pasokan air dan dukung pr...
Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Konsep Glow in the Dark di Pantai Boom
Gandrung Sewu 2026 di Pantai Boom akan dipentaskan malam hari dengan konsep glow in the dark, melibatkan 1.3...