Lokal

Wali Kota Minta PGRI Sabang Perkuat Sinergi untuk Guru

Bagikan:
Wali Kota Sabang membuka Konferensi XXIII PGRI di Aula SMP Negeri 1 Sabang

Sabang, 27 Oktober — Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam mengajak Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota untuk meningkatkan kompetensi guru, memperjuangkan aspirasi pendidik, dan mendorong kemajuan pendidikan. Ajakan itu disampaikan saat membuka Konferensi XXIII PGRI Kota Sabang di Aula SMP Negeri 1 Sabang, Selasa (27/10).

Pembukaan konferensi dan tema

Konferensi mengusung tema "Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas". Acara ini menjadi momentum untuk merumuskan langkah strategis peningkatan mutu pendidikan di Kota Sabang.

Peserta dan tokoh hadir

Konferensi dihadiri oleh perwakilan organisasi PGRI tingkat provinsi dan pejabat daerah. Hadir antara lain:

  • Ketua PGRI Aceh diwakili Wakil Ketua III Agus Jumaidi
  • Ibunda Guru Kota Sabang Nuri Farisal
  • Staf Ahli Bidang Keistimewaan Aceh, Kesejahteraan Rakyat dan SDM Kota Sabang, Edi Suharto
  • Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sabang, Mulkan

Harapan pemerintah daerah

Zulkifli memberi apresiasi pada kepengurusan PGRI periode sebelumnya. Ia berharap konferensi melahirkan pengurus baru yang mampu melanjutkan program positif. Tujuannya jelas: memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan kesejahteraan guru.

"PGRI memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan kesejahteraan guru. Saya berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik, memperkuat organisasi, serta mendorong peningkatan kompetensi para pendidik untuk menyiapkan generasi muda yang unggul dan berdaya saing," ujar Zulkifli.

Penekanan pada komunikasi dan koordinasi

Zulkifli menekankan pentingnya menjaga komunikasi antara PGRI, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Kota. Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar aspirasi guru dan persoalan pendidikan dapat dibahas bersama dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

"Komunikasi harus terus terjaga. Saya berharap PGRI aktif mendengar aspirasi guru dan kepala sekolah serta membangun koordinasi dengan pemerintah daerah," katanya.

Peran guru dalam membangun karakter

Ibunda Guru Kota Sabang, Nuri Farisal, menggarisbawahi peran guru tidak hanya dalam aspek akademik. Ia menilai keberhasilan pendidikan juga ditentukan oleh pembentukan karakter dan nilai keagamaan peserta didik.

"Guru tidak hanya berperan dalam meningkatkan kecerdasan peserta didik, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keagamaan, dan menumbuhkan akhlak mulia," kata Nuri.

Tindak lanjut dan implikasi

Melalui Konferensi XXIII, PGRI Kota Sabang diharapkan semakin solid dalam memperjuangkan aspirasi guru dan mengembangkan kompetensi pendidik. Ke depan, hasil konferensi akan menjadi acuan pengurus baru untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait solusi praktis bagi permasalahan pendidikan di Kota Sabang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait