Kampus Diminta Siapkan Kompor Listrik untuk Program 2027
Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi menyiapkan pengembangan kompor listrik untuk mendukung program pemerintah tahun 2027. Arahan ini disampaikan pada Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026, sebagai langkah mengurangi ketergantungan masyarakat pada LPG.
Arahan Menteri dan peran kampus
Arahan pembuatan kompor listrik itu berasal dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Tujuannya adalah mempercepat transisi energi dan meminimalkan impor serta penggunaan LPG di rumah tangga.
Menurut Brian, penelitian di perguruan tinggi tidak cukup sampai pada publikasi. Hasil riset harus diikuti dengan hilirisasi teknologi agar bisa segera dipakai oleh publik dan pemerintah.
"Bapak Bahlil meminta untuk kompor listrik yang tahun 2027 kampus diminta untuk menyiapkannya dan untuk diserap digunakan pemerintah,"
Manfaat konversi ke kompor listrik
Brian menjelaskan konversi dari kompor berbahan bakar LPG ke kompor listrik berpotensi menurunkan konsumsi LPG nasional. Peralihan ini sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih efisien jika disertai pengelolaan pasokan energi listrik yang baik.
"Sehingga bisa mengurangi LPG," kata Brian. Perubahan ini juga membuka ruang bagi produk inovasi dalam negeri, mulai dari desain perangkat hingga sistem pengendalian energi.
Kolaborasi akademik, pemerintah, dan industri
Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan pelaku industri. Forum ini menekankan pentingnya sinergi untuk mempercepat implementasi hasil riset ke skala nasional.
Melalui kolaborasi, universitas diharapkan tidak hanya melakukan penelitian dasar, tetapi juga mengembangkan prototipe, uji mutu, dan proses manufaktur agar kompor listrik bisa diproduksi massal dan diserap oleh pemerintah sebagai bagian program publik.
Implikasi kebijakan dan prospek
Jika implementasi berjalan sesuai rencana, program kompor listrik 2027 berpotensi mengurangi impor LPG dan memperkuat ekosistem inovasi lokal. Namun, keberhasilan juga bergantung pada kesiapan infrastruktur listrik, biaya produksi, dan dukungan kebijakan fiskal atau subsidi transisi.
Ke depan, perguruan tinggi diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi teknologi yang mengikat antara riset dan kebutuhan publik. Program ini menjadi langkah konkret menuju transisi energi yang lebih luas di Indonesia.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...