Kemdikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Asmat dengan Perangkat Digital
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah
Program dan tujuan pelatihan
Direktorat Sekolah Menengah Pertama menggelar Advokasi Optimalisasi Pemanfaatan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran SMP Tahun 2026. Fokusnya adalah penggunaan perangkat yang sudah tersedia di sekolah-sekolah Asmat.
Tim Teknis Direktorat SMP, Sari Nurlita, menegaskan bahwa transformasi digital tidak berjalan tanpa kepercayaan diri guru dalam mengoperasikan perangkat.
“Transformasi digital ini tidak akan ada artinya ketika Ibu Bapak Guru tidak memiliki kepercayaan diri untuk bisa menggunakan perangkat yang hadir di tengah Ibu Bapak,”
Peran perangkat dan strategi pengajaran
Sari menjelaskan perangkat digital tidak sekadar soal kemampuan teknis. Guru perlu memadukan teknologi, konten, dan strategi pengajaran agar proses belajar menjadi bermakna.
“Perangkatnya bukan hanya sebatas perangkat saja yang hadir, tetapi kita akan coba memadukan. Ada teknologinya, ada konten pembelajaran, dan juga strategi pembelajaran,”
Menurutnya, Papan Interaktif Digital (PID) diharapkan mendorong suasana kelas yang interaktif dan kolaboratif serta meningkatkan motivasi siswa.
“Kita sangat harapkan terjadi proses pembelajaran yang interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Sehingga akan bisa meningkatkan motivasi belajar putra-putri kita di sekolah,”
Tantangan geografis dan pemanfaatan alat
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat, Barbalina Toisuta, menyampaikan pemerintah pusat sudah menyalurkan sejumlah perangkat digital. Namun, pemanfaatannya belum maksimal di banyak sekolah.
Barbalina menilai teknologi dapat membuka akses pengetahuan bagi siswa di daerah terpencil dan memperkenalkan mereka pada sains dan informasi dari luar daerah.
“Bagaimana kita memanfaatkan perangkat ini. Agar nantinya menjadi metode belajar yang kreatif, kolaborasi, interaksi antara murid, siswa, dan guru,”
Dia menambahkan perangkat harus dimanfaatkan untuk membuat anak-anak ingin datang ke sekolah setiap hari.
“Perangkat ini digunakan untuk membuat anak ingin setiap hari datang ke sekolah. Yang kita fokus adalah kita membuat anak ini untuk kepingin setiap hari datang ke sekolah. Itu yang paling utama,”
Imbas dan tindak lanjut
Barbalina meminta peserta advokasi untuk mengimbaskan pengetahuan ke rekan guru dan sekolah lain setelah kembali ke distrik masing-masing. Pemerintah daerah akan meminta laporan dari sekolah untuk memastikan penerapan praktik baru.
Langkah lanjutan meliputi pendampingan teknis di sekolah, monitoring penggunaan perangkat, dan evaluasi dampak terhadap motivasi belajar siswa. Upaya ini diharapkan menutup kesenjangan akses pendidikan di Asmat yang wilayahnya sulit dijangkau.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...