Komnas HAM Terima 3.003 Pengaduan Pelanggaran HAM Sepanjang 2025
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menerima 3.003 pengaduan dugaan pelanggaran HAM sepanjang 2025. Laporan disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026, yang mencatat isu kesejahteraan, keadilan, dan rasa aman sebagai pengaduan terbanyak.
Ringkasan pengaduan dan isu dominan
Komnas HAM mencatat hak atas kesejahteraan paling sering dilaporkan, diikuti hak memperoleh keadilan dan hak atas rasa aman. Konflik agraria tetap menjadi isu paling dominan sepanjang tahun, dengan sengketa tanah dan sumber daya alam memicu ketegangan antara masyarakat, korporasi, dan negara.
Tantangan akibat transformasi ekonomi dan digital
Perubahan ekonomi dan digitalisasi turut memunculkan masalah baru. Pekerja informal dan pekerja berbasis aplikasi dinilai masih menghadapi keterbatasan perlindungan sosial dan hukum. Komnas HAM menyoroti perlunya penguatan kebijakan untuk melindungi hak-hak pekerja di sektor ini.
Komnas HAM juga menyorot ancaman dari perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, terhadap privasi dan keamanan data. Badan itu menyebut tata kelola ruang digital berbasis HAM harus menjadi agenda prioritas nasional.
Kebebasan berekspresi dan penanganan demonstrasi
Perhatian terhadap kebebasan berekspresi, berkumpul, dan menyampaikan pendapat meningkat seiring gelombang aksi publik pada 2025. Komnas HAM menilai momentum tersebut perlu digunakan untuk memperkuat pencegahan konflik dan akuntabilitas aparat.
“Perhatian terhadap kebebasan berekspresi, berkumpul, dan menyampaikan pendapat warga negara semakin meningkat. Demonstrasi 2025 menjadi momentum memperkuat pencegahan konflik, profesionalisme aparat, dan akuntabilitas penggunaan kewenangan negara,”
Kebebasan beragama dan perlindungan kelompok rentan
Komnas HAM menilai kebebasan beragama dan berkeyakinan masih menghadapi hambatan di berbagai daerah. Penolakan rumah ibadah dan hambatan administratif menjadi catatan penting dalam perlindungan hak beragama.
“Perlindungan kelompok rentan masih memerlukan perhatian karena berbagai bentuk diskriminasi dan kekerasan masih terus terjadi. Perempuan, anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat, dan pekerja migran masih menghadapi hambatan layanan publik serta keadilan,”
- Kelompok yang paling rentan: perempuan, anak, penyandang disabilitas, masyarakat adat, pekerja migran
- Isu utama: kesejahteraan, keadilan, rasa aman, agraria, kebebasan beragama, privasi digital
Rekomendasi dan prospek kebijakan
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menekankan bahwa penghormatan dan pemajuan HAM harus menjadi landasan kebijakan pembangunan. Ia menyatakan HAM merupakan prasyarat pembangunan demokratis, inklusif, dan berkelanjutan.
“Situasi HAM 2025 menunjukkan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM menjadi prasyarat pembangunan demokratis, inklusif, berkelanjutan. Karena itu, HAM harus menjadi landasan utama setiap kebijakan pembangunan nasional,”
Komnas HAM mendorong penyempurnaan regulasi, penguatan perlindungan sosial bagi pekerja baru, serta tata kelola ruang digital yang berlandaskan HAM untuk menghadapi tantangan masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...