Istana Prihatin Tenggelamnya KM Nurul Salsa, Pencarian Diperkuat
Pemerintah menyampaikan keprihatinan atas tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dan memastikan upaya pencarian korban terus dilakukan secara maksimal. Pernyataan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi setelah koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
Koordinasi pemerintah dan upaya SAR
Prasetyo mengatakan pemerintah telah berkoordinasi intensif dengan Basarnas untuk memastikan operasi pencarian dan penyelamatan berjalan optimal. Pernyataan disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 20 Juni 2026.
"Kami sampaikan rasa keprihatinan karena ada kejadian lagi KM Nurul Salsa di Selayar. Dan kami sudah berkoordinasi juga dengan Kabasarnas untuk terus melakukan pencarian semaksimal mungkin,"
Kronologi kejadian
KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu, 16 Juli 2026 pagi. Sekitar lima jam setelah berlayar, kapal dihantam cuaca buruk hingga mengalami kerusakan dan akhirnya tenggelam di perairan Selayar.
Hasil pencarian dan evakuasi
Operasi pencarian yang dilaksanakan tim SAR gabungan telah menemukan beberapa korban. Dua penumpang ditemukan selamat setelah terdampar di Pulau Balaloho, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Penemuan terjadi pada hari kelima operasi SAR.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan kronologi evakuasi. Kedua korban ditemukan oleh kru kapal nelayan KM Bari Baria 05, kemudian dievakuasi menggunakan KRI Marlin 877 menuju Pelabuhan Benteng, Selayar.
"Alhamdulillah, pada hari kelima operasi SAR kembali ditemukan dua korban dalam keadaan selamat di Pulau Balaloho. Korban ditemukan KM Bari Baria 05 dan saat ini bersama KRI Marlin 877 sedang dievakuasi menuju Pelabuhan Benteng, Selayar,"
Dengan tambahan penemuan tersebut, jumlah korban yang berhasil diselamatkan bertambah menjadi 59 orang. Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang belum ditemukan.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan operasi SAR dan memastikan koordinasi antarinstansi tetap berjalan. Upaya evakuasi dan pencarian akan diprioritaskan hingga seluruh korban ditemukan atau operasi dinyatakan selesai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...