Lokal

USK Kerahkan 2.124 Mahasiswa KKN untuk Pemulihan Pascabencana

Bagikan:
Pembukaan pembekalan KKN USK 2026 di AAC Dayan Dawood Banda Aceh

Kota Jantho — Sebanyak 2.124 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti pembekalan KKN Reguler Periode XXIX dan KKN Tematik Literasi 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (1/7). Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Bupati Aceh Besar Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Fata Muhammad, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program pengabdian mahasiswa.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyambut kehadiran mahasiswa USK yang akan ditempatkan di berbagai gampong. Kehadiran mereka diharapkan mempercepat pemulihan wilayah pascabencana dan mendukung pemberdayaan masyarakat setempat.

Fata Muhammad menegaskan perlunya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk mendongkrak kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan.

“Kami berharap kehadiran mahasiswa mampu membangkitkan kembali semangat masyarakat sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di tingkat gampong,”

“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemulihan wilayah pascabencana sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pendidikan, literasi, dan pemberdayaan di tingkat gampong,”

Target dan Sebaran Mahasiswa

Pada periode ini, USK menugaskan mahasiswa KKN tidak hanya di Aceh Besar, tetapi juga di tiga kabupaten lain. Penempatan bertujuan untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan intervensi pembangunan dan pemulihan sosial.

Data KKN USK Periode XXIX 2026 Keterangan
Jumlah mahasiswa 2.124
Kabupaten pelaksanaan Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen

Fokus Program: Kebencanaan dan Literasi

Kepala Pusat Pengembangan KKN USK, Hasanuddin, menyatakan bahwa tema KKN tahun ini adalah “Penguatan Capacity Development Kebencanaan melalui KKN di Wilayah Pascabencana.” Tema tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi bencana dan menggali potensi gampong sebagai modal pembangunan.

Selain program kebencanaan, mahasiswa juga akan menjalankan kegiatan literasi. Program literasi menjadi respons terhadap turunnya minat baca di era konsumsi informasi digital.

Harapan Perguruan Tinggi dan Dampak Jangka Panjang

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr. Rina Suryani Oktari, menegaskan bahwa KKN merupakan sarana penerapan ilmu secara nyata di masyarakat. Ia berharap hasil KKN memberi manfaat berkelanjutan bagi pembangunan gampong dan pemulihan komunitas pascabencana.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan perguruan tinggi, program ini diharapkan mendorong pemberdayaan lokal, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, dan memulihkan aktivitas sosial-ekonomi di wilayah terdampak.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait