Kemenkum Luncurkan KI-Match untuk Perkuat Ekosistem HKI
Kementerian Hukum mendorong penguatan ekosistem kekayaan intelektual (HKI) lewat platform digital KI-Match yang mempertemukan inovasi perguruan tinggi dengan dunia usaha, industri, dan UMKM. Pengumuman ini disampaikan pada talk show di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026, dalam rangka membangun layanan hukum yang mendukung ekonomi berbasis KI.
Platform KI-Match: Dasbor Pertemuan Inovasi dan Pasar
KI-Match dirancang menampilkan hasil inovasi dari Sentra Kekayaan Intelektual perguruan tinggi dalam satu dasbor terpadu. Informasi tersebut dapat diakses pelaku usaha, investor, dan UMKM untuk membuka peluang kerja sama komersial.
Dengan demikian, Sentra KI tidak sekadar mendorong pendaftaran dan perlindungan hak, melainkan juga menyalurkan inovasi ke pasar agar menghasilkan nilai ekonomi nyata.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Integrasi Data
Wakil Menteri Hukum, Edward Omar Sharif Hiariej, menekankan pentingnya kolaborasi antarkementerian dalam pengembangan ekosistem KI. Integrasi data di antara instansi dinilai sebagai dasar untuk mempertemukan berbagai kepentingan ekonomi berbasis KI.
“Kita sekarang sedang membangun data perpaduan untuk kolaborasi antara kementerian satu dengan kementerian lainnya. Pengembangan kekayaan ekonomi tentu berkaitan dengan berbagai kementerian,”
Kolaborasi ini melibatkan kementerian yang menangani UMKM, ekonomi kreatif, perdagangan, dan pendidikan tinggi. Keterhubungan itu penting agar perlindungan hukum berlanjut menjadi pemanfaatan ekonomi.
Jakarta IP Business Forum sebagai Wadah Pertemuan
Kanwil Kemenkum DKI Jakarta menginisiasi Jakarta IP Business Forum untuk menguatkan pertemuan antara komunitas KI dan pelaku usaha. Forum ini difokuskan pada diskusi substansi dan teknis kekayaan intelektual, sekaligus menjadi ruang business matching antara pemilik inovasi dan calon mitra usaha.
- Pembahasan substansi dan teknis HKI
- Fasilitasi business matching
- Keterlibatan akademisi, pelaku usaha, dan investor
Digitalisasi Layanan HKI dan Tata Kelola
Edward juga menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat mempercepat layanan HKI lewat transparansi dan akuntabilitas. Namun, efektivitas dan efisiensi platform harus diukur dengan parameter yang jelas.
“Rantai birokrasi bisa dipangkas sehingga prosesnya menjadi lebih cepat. Platform digital juga membawa transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan,”
Menurutnya, digitalisasi mendukung good governance karena membuka proses pelayanan sehingga masyarakat bisa melakukan pengawasan.
Peserta dan Harapan ke Depan
Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan, termasuk Dirjen Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar, Kakanwil Kemenkum DKI Jakarta Baroto, perwakilan Pemprov DKI, Kadin, perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan investor. Mereka diharapkan memanfaatkan KI-Match dan Jakarta IP Business Forum untuk memperluas koneksi antara inovasi dan pasar.
Dengan langkah ini, kekayaan intelektual diharapkan tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga berkembang menjadi aset ekonomi yang bernilai.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tokoh di Balik Proklamasi 1945 dan Perannya dalam Kemerdekaan
Mengenal peran tokoh kunci Proklamasi 17 Agustus 1945, dari perumusan naskah hingga pengibaran Bendera Pusak...
KemenEkraf dan Bakom RI Perkuat Komunikasi untuk Pesta Rakyat HUT ke-81
KemenEkraf dan Bakom RI memperkuat komunikasi untuk mendukung Pesta Rakyat HUT ke-81, serta memperluas promo...
Laksamana Maeda dan Perannya dalam Perumusan Proklamasi
Laksamana Tadashi Maeda menyediakan kediamannya untuk perumusan naskah Proklamasi dan ditahan Sekutu hingga...
Radio Bawa Kabar Proklamasi Melampaui Batas, dari Hōsō Kyōku ke Voice of Indonesia
Radio menyebarkan Proklamasi 1945 lewat Hōsō Kyōku dan pemancar Voice of Free Indonesia, lalu berkembang men...
Kemenkum Jakarta Luncurkan KI-Match, Sambungkan Inovasi ke Dunia Usaha
Kemenkum HAM DKI luncurkan KI-Match dan Jakarta IP Business Forum untuk menghubungkan inovasi perguruan ting...
Polri-Kemenkeu Bekali 230 Penerima Beasiswa LPDP
Polri dan Kemenkeu membekali 230 penerima Beasiswa LPDP (10–15 Agustus 2026) untuk memperkuat karakter, kedi...