Bupati Aceh Timur Hadiri Khanduri Laot dan Santuni Anak Yatim
IDI, Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Alfarlaky, menghadiri Khanduri Laot sekaligus penyantunan anak yatim di Gampong Blang Geulumpang Kuala Idi, Kecamatan Idi Rayeuk, Minggu (31/5). Acara tahunan itu berlangsung meriah dan dihadiri masyarakat, tokoh adat, serta para nelayan setempat.
Khanduri Laot sebagai tradisi dan kebersamaan
Ritual Khanduri Laot bukan sekadar upacara seremonial. Menurut Bupati, tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur yang harus terus dijaga generasi muda.
"Adat merupakan kekuatan sosial yang telah lama menjadi perekat kehidupan masyarakat Aceh. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendukung upaya pelestarian adat dan budaya yang hidup di tengah masyarakat,"
Alfarlaky memuji komitmen warga Blang Geulumpang Kuala Idi dalam merawat tradisi tersebut sebagai bentuk penguatan identitas komunitas pesisir.
Diskusi pembangunan dan peran lembaga adat
Selain mengikuti rangkaian adat, Bupati berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat. Hadir pula pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Timur, antara lain H. Aiyub SKM, MKes dan Ilyas Ismail alias Teungku Bagok.
"Keberadaan lembaga adat, termasuk Panglima Laot, memiliki peran strategis dalam menjaga harmonisasi kehidupan masyarakat pesisir, mengatur tata kelola laut secara arif, serta membantu menjaga kelestarian sumber daya perikanan,"
Dialog menyinggung sejumlah isu pembangunan daerah, dengan penekanan pada pentingnya mengintegrasikan nilai budaya ke dalam setiap program pembangunan.
Sinergi seluruh pihak untuk pembangunan berkelanjutan
Alfarlaky menegaskan pembangunan Aceh Timur tidak hanya soal infrastruktur dan ekonomi. Pemerintah daerah juga fokus pada penguatan nilai sosial dan budaya sebagai jati diri masyarakat.
"Kami berharap nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh dalam tradisi tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi modal sosial dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah ke depan,"
Menurut Bupati, pencapaian pembangunan yang merata membutuhkan sinergi antara tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah. Ia mengapresiasi upaya kolektif warga dalam menjaga tradisi sekaligus mempererat silaturahmi.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan terhadap pelestarian adat laut dan program sosial yang menyasar kelompok rentan, termasuk anak yatim.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Petstival Kemerdekaan 2026 Medan: Pameran dan Lomba Hewan Peliharaan
YA.TEAM menggelar Petstival Kemerdekaan 2026 di Medan, 15-17 Agustus, dengan pameran, lomba hewan, edukasi,...
Ahli Sebut Audit Tak Standar pada Sidang Korupsi Inalum
Dua ahli dari penasihat hukum menilai penahanan Dante dan laporan audit kasus penjualan aluminium Inalum bel...
CCTV Rekam 100 Geng Motor Serang Rumah di Medan Labuhan
CCTV merekam ratusan geng motor menyerang rumah warga di Pekan Labuhan, Medan Labuhan; pemilik melapor ke Po...
Polda Sumut Tangkap 4 Pengedar 'Vape Getar', Sita Ratusan Liquid
Polda Sumut menangkap empat pengedar 'Vape Getar' di Medan dan menyita ratusan liquid diduga mengandung etom...
Pemprov Sumut Perketat Pengawasan akibat Kelangkaan Semen
Pemprov Sumut memperketat pengawasan distribusi semen setelah laporan kelangkaan dan kenaikan harga; koordin...
HMI: Program MBG di Labuhanbatu Carut-marut, SPPG Banyak Tak Beroperasi
HMI Labuhanbatu Raya menilai program MBG carut-marut: SPPG banyak belum beroperasi, data penerima tak akurat...