Nasional

Menko Polkam Apresiasi Pengungkapan 1,3 Ton Ketamin di Batam

Bagikan:
Pemusnahan barang bukti ketamin 1,3 ton disaksikan pejabat instansi terkait di Kepulauan Riau

Menko Polkam Djamari Chaniago mengapresiasi pengungkapan penyelundupan 1,3 ton ketamin yang berhasil digagalkan di Batam pada 6-7 Agustus 2026. Ia menilai operasi ini menunjukkan kuatnya sinergi antarlembaga dalam menangkal peredaran narkoba lintas negara.

Temuan dan proses penyelidikan

Kasus bermula saat kapal MV King Sun bersandar di Batam pada 6 Agustus 2026 dan menjalani pemeriksaan awal. Pemeriksaan awal dengan anjing pelacak dan alat deteksi tidak menemukan barang terlarang. Namun petugas menemukan indikasi pengelabuan berupa ceceran kristal di sekitar kapal.

Temuan itu mendorong tim gabungan melakukan penyisiran menyeluruh. Pada 7 Agustus 2026 tim memperketat investigasi dengan metode forensik digital, pemindaian sinar-X, penyelaman, dan analisis denah kapal. Seluruh anak buah kapal juga menjalani tes urine dan pemeriksaan lanjutan.

Pemeriksaan akhirnya mengarah ke bagian anjungan kapal, di mana petugas menemukan 65 karung berisi total 1.300 bungkus mencurigakan. Pemeriksaan laboratorium memastikan seluruh paket tersebut adalah ketamin seberat sekitar 1,3 ton.

Instansi yang terlibat dan nilai barang bukti

Operasi pengungkapan melibatkan banyak pihak. Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali menyebutkan keterlibatan TNI AL, BNN, Bareskrim Polri, BIN, BAIS TNI, dan Bea Cukai. Barang bukti diamankan oleh KRI Kerambit-627 dalam operasi gabungan.

Pemeriksaan dan investigasi diperkuat dengan digital forensik serta peralatan khusus milik Bea Cukai dan BNN. Sebanyak 65 karung tersebut dipastikan berisi ketamin seberat 1,3 ton,

Perkiraan nilai ekonomi ketamin tersebut mencapai sekitar Rp2,6 triliun. Aparat juga memperkirakan pengungkapan ini mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat berdampak pada sekitar 13 juta jiwa.

Pemusnahan barang bukti dan saksi pejabat

Seluruh barang bukti dimusnahkan menggunakan tiga insinerator milik BNN RI dan BNN Provinsi Kepulauan Riau. Pemusnahan disaksikan oleh pejabat lintas instansi, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Kepala Bakom RI Muhammad Qodari, dan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto.

Pesan pemerintah dan langkah ke depan

Menko Polkam Djamari menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hasil kerja satu institusi, melainkan kerja bersama berbagai lembaga dan unsur masyarakat. Ia mendorong penguatan pengawasan wilayah perairan agar kawasan Indonesia tidak dimanfaatkan sebagai jalur transit atau penyimpanan narkoba.

Pemerintah mengapresiasi keberhasilan ini. Pemerintah dapat hadiah HUT RI ke-81,

Hanya dengan cara bekerja bersama-sama kita bisa berhasil. Perkokoh persatuan kita bersama,

Djamari menegaskan bahwa pengungkapan jaringan lebih penting ketimbang sekadar fokus pada jumlah barang bukti, karena menunjukkan kemampuan negara mendeteksi dan menutup jalur penyelundupan lintas negara. Penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap aktor di balik jaringan tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan tegas bagi jaringan internasional agar tidak memanfaatkan wilayah perairan Indonesia. Pemerintah bersama aparat berjanji memperkuat kolaborasi untuk menutup celah peredaran narkoba lintas negara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait