Nasional

Dewas RRI: Kreator Harus Fokus Dampak, Bukan Kuantitas

Bagikan:
Dewan Pengawas RRI dorong fokus dampak transformasi kreator

Dewan Pengawas LPP RRI mendorong agar transformasi kreator tidak lagi hanya mengukur keberhasilan dari jumlah kegiatan atau kuantitas konten. Pernyataan ini disampaikan saat Soft Launching Program Transformasi Kreator Indonesia di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026. Dewas menekankan ukuran keberhasilan harus berdasarkan dampak konkret dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Tekanan pada ukuran keberhasilan: dari output ke outcome

Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Adi Trisnanto, mengatakan pergeseran fokus perlu dilakukan segera. Menurutnya, program yang hanya menghasilkan banyak kegiatan belum tentu memberikan perubahan riil bagi publik.

"Jadi kita lebih baik bicara mulai sekarang, lebih baik bicara tentang dampak, bukan cuma output tapi outcome. Enggak ada gunanya kita mengadakan banyak kegiatan, tapi sebenarnya masing-masing kegiatan itu enggak punya dampak yang sangat menggigit," ujar Adi.

Dengan menilai keberhasilan berdasarkan outcome, lembaga dapat mengarahkan sumber daya ke kegiatan yang memberikan manfaat terukur. Langkah ini juga dinilai penting untuk memastikan program tidak berhenti pada aktivitas semata.

Konsistensi sebagai kunci keberlanjutan

Adi menyoroti masalah konsistensi dalam pelaksanaan program. Ia mengingatkan bahwa tanpa upaya berkelanjutan, manfaat yang dicapai cenderung berhenti setelah kegiatan selesai.

"Itu salah satu kelemahan kita, sikap konsisten. Maka memang konsistensi itu sangat penting untuk menjaga supaya dampak ini makin lama menjadi makin seperti bola salju begitu," tambahnya.

Penekanan pada konsistensi juga berarti perencanaan jangka panjang dan evaluasi berkala. Hal ini bertujuan agar program kreator menghasilkan efek kumulatif yang lebih besar terhadap komunitas dan audiens.

Penguatan ekosistem digital dan kolaborasi

Direktur Utama LPP RRI, I Hendrasmo, menyatakan penguatan ekosistem digital menjadi bagian penting dari transformasi. Ia melihat kolaborasi sebagai momentum untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat peran RRI di tengah perubahan media.

"Kita kan stasiun radio terbesar di tanah air dan kita punya jaringan dengan kaum muda. Apalagi kalau secara internal kita juga punya produk-produk karya-karya kita," kata I Hendrasmo.

Penguatan jejaring digital dan sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan membuat RRI lebih adaptif terhadap kebutuhan audiens dan perkembangan teknologi.

Harapan dan langkah ke depan

Program Transformasi Kreator Indonesia diharapkan menghasilkan inisiatif yang konsisten dan berdampak nyata bagi masyarakat. Fokus pada outcome, konsistensi pelaksanaan, serta penguatan ekosistem digital menjadi poin utama yang diangkat Dewas dan manajemen RRI.

Ke depan, evaluasi dan indikator keberhasilan yang berbasis dampak akan menjadi tolok ukur penting untuk menilai efektivitas program. Pendekatan ini dimaksudkan agar hasil karya kreator memberi manfaat jangka panjang bagi publik dan memperkuat posisi RRI di ekosistem media digital.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait