Nasional

Pertumbuhan Konten Digital Indonesia Tumbuh Pesat, Kemenekraf Catat Dampak Ekonomi

Bagikan:
Ilustrasi kreator konten digital dan jaringan internet di Indonesia

Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan pertumbuhan konten digital Indonesia sangat masif dan memberikan dampak ekonomi signifikan. Pernyataan itu disampaikan Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, pada acara Transformasi Kreator Indonesia, Kamis 13 Agustus 2026. Pemerintah mendukung lewat kebijakan dan perluasan subsektor industri kreatif.

Data dampak ekonomi dan tenaga kerja

Neil menyebut ekosistem konten digital tahun lalu mencatat nilai dampak ekonomi mencapai Rp8,4 triliun. Dampak itu juga menyentuh sisi ketenagakerjaan.

"Impactnya dari ekosistem mereka sampai 8,4 triliun. Di tenaga kerja yang bekerja direct maupun indirect yang terdampak adalah sekitar 190 ribu orang,"

Angka tersebut menunjukkan kontribusi sektor konten digital terhadap penghasilan dan lapangan kerja, baik langsung maupun tidak langsung.

Peraturan Presiden dan penambahan subsektor

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045. Salah satu poin penting adalah penambahan subsektor dari 17 menjadi 21 subsektor.

Neil menjelaskan dua subsektor baru yang berada di bawah koordinasinya, yaitu Direktorat Konten Digital dan subsektor teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI). Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem dan membuka peluang usaha bagi kreator lokal.

Kolaborasi RRI dan kedaulatan informasi

Direktur Utama LPP RRI I. Hendrasmo menilai kolaborasi antara RRI dan platform digital penting untuk memajukan ekosistem nasional. Menurutnya, keterlibatan RRI dapat memperkuat kedaulatan informasi dan platform digital dalam negeri.

"Ini sangat penting dalam konteks kolaborasi untuk memajukan kepentingan bangsa, memajukan ekosistem digital Indonesia. Memajukan kedaulatan informasi, memperkuat platform digital Indonesia, jadi RRI ingin mengambil peran di sini,"

Hendrasmo juga menyebut modal RRI, seperti jaringan stasiun radio nasional dan hubungan kuat dengan masyarakat, menjadi aset dalam pengembangan konten digital, termasuk produk podcast dan arsip audio.

Perkembangan platform dan penetrasi internet

Beberapa indikator pertumbuhan menunjukkan momentum kuat bagi kreator Indonesia. Volume video yang diunggah kreator menempatkan Indonesia sebagai negara tercepat kedua di Asia Tenggara. Pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) mencapai 16% pada periode 2022–2024.

Dari sisi konsumsi, pasar domestik sangat besar. Data APJII mencatat terdapat 221,56 juta pengguna internet pada 2024 dengan penetrasi 79,5%—menaik dari 78,19% pada 2023. BPS juga melaporkan 72,78% penduduk mengakses internet pada 2024, naik dari 69,21% pada 2023.

Indikator Nilai Periode
Dampak ekonomi Rp8,4 triliun Tahun lalu
Tenaga kerja terdampak ~190.000 orang Tahun lalu
CAGR unggah video 16% 2022–2024
Pengguna internet (APJII) 221,56 juta (79,5% penetrasi) 2024
Akses internet (BPS) 72,78% penduduk 2024

Prospek dan tantangan

Dengan basis pengguna besar dan kebijakan yang mendukung, peluang monetisasi bagi kreator lokal terbuka lebar. Namun, penguatan platform domestik dan perlindungan nilai ekonomi kreator tetap menjadi tantangan utama.

Kemenekraf dan mitra seperti RRI diharapkan terus mendorong kolaborasi, meningkatkan kapasitas kreator, serta memperkuat infrastruktur digital agar manfaat ekonomi menyebar lebih luas ke pelaku lokal.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait