Menko Pangan: Ketahanan Pangan Dimulai dari Keluarga
Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional harus dimulai dari keluarga. Pernyataan disampaikan pada peringatan Hari Keluarga Nasional di Karanganyar, Sabtu, 27 Juni 2026.
Pernyataan Menko Pangan di Hari Keluarga Nasional
Zulkifli hadir dalam kegiatan Jambore Dakwah Kemanusiaan Milad 'Aisyiyah ke-109 di Tawangmangu, Jawa Tengah. Ia menyampaikan bahwa keluarga menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pangan yang tangguh.
Menurut Zulkifli, upaya pemerintah tidak hanya berfokus pada ketersediaan pasokan. Akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau juga sama pentingnya.
Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan pangan. Masyarakat juga harus memiliki akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau.
Integrasi Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi
Pemerintah menggabungkan program pemenuhan gizi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu program yang disebut adalah Makan Bergizi Gratis.
Program ini dirancang untuk memperkuat status gizi keluarga sekaligus mendorong peredaran produk lokal. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kesejahteraan sekaligus menjaga pasokan pangan.
Target dan Mitra Pelaksana
Zulkifli menjelaskan kelompok sasaran program dan mitra yang dilibatkan. Pendekatannya bersifat lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan pasokan dan pemanfaatan gizi.
- Anak-anak
- Ibu hamil
- Ibu menyusui
- Petani, peternak, dan nelayan
- Koperasi, UMKM, dan pelaku usaha pangan
Dengan melibatkan rantai produksi, pemerintah ingin memastikan manfaat ekonomi kembali ke akar produksi pangan di daerah.
Sinergi untuk Turunkan Stunting dan Kemiskinan
Hari Keluarga Nasional digunakan sebagai momentum memperkuat kolaborasi dengan 'Aisyiyah Jawa Tengah. Sinergi diarahkan untuk mempercepat penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.
Zulkifli berharap kerja sama ini berlanjut melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Ia menilai penguatan keluarga akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperbaiki kualitas sumber daya manusia.
Dengan fokus pada rumah tangga sebagai titik awal intervensi, pemerintah berharap hasilnya bersifat jangka panjang. Terusnya kolaborasi antar lembaga dan pelaku lokal dianggap kunci untuk mencapai target gizi dan pengentasan kemiskinan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
DPR menjamin harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 dan memastikan alokasi subsidi serta program...
Prabowo: Aspirasi dari TikTok hingga Rektor Akan Ditindaklanjuti
Prabowo menyatakan aspirasi dari akademisi dan warga lewat TikTok akan ditindaklanjuti pemerintah setelah pe...
Mentrans: Transmigrasi Lahirkan Ribuan Desa, Jadi Mesin Ekonomi
Menteri Iftitah menyatakan transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa dan menjadi fondasi pembangunan; fokus k...
Prabowo: Negara Sukses Harus Berani Akui Kekurangan
Prabowo: keberhasilan negara ditentukan oleh keberanian mengakui kekurangan dan mencari solusi bersama, ujar...
Kemenbud Resmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari untuk Perkuat Literasi
Kemenbud meresmikan Rumah Sastra Ahmad Tohari di Banyumas pada 27 Juni 2026 sebagai bagian dari 159 revitali...
Pemerintah Susun Jumlah BUMN, Target Disederhanakan ke 250
Pemerintah akan menyederhanakan BUMN dari lebih seribu ke sekitar 250 perusahaan untuk efisiensi anggaran da...