Ketua Perpina: Kesadaran Kepemimpinan Perempuan Meningkat
Sofhia Juliana, Ketua DPD Perkumpulan Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Jakarta, menyatakan bahwa kesadaran kepemimpinan perempuan di Indonesia terus meningkat. Pernyataan itu disampaikan saat dialog interaktif Pro3 RRI pada Selasa, 26 Mei 2026, ketika ia menyoroti peran perempuan yang semakin aktif menyuarakan gagasan dan menempati posisi strategis di berbagai bidang.
Peningkatan kesadaran dan self-leadership
Sofhia menilai perkembangan kepemimpinan perempuan kini jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Menurutnya, peningkatan itu dipicu oleh kesadaran perempuan untuk membangun kemampuan memimpin diri sendiri atau self-leadership, yang menjadi kunci meraih keberhasilan pribadi dan profesional.
“Jadi menurut saya saat ini perempuan di Indonesia sudah memiliki kesadaran bahwa memiliki satu self-leadership itu menjadi satu kunci. Bagi siapapun perempuan yang ingin memiliki kesuksesan dalam dirinya, dalam hidupnya, itu dulu.”
Lebih berani bersuara di keluarga dan dunia profesional
Sofhia mengatakan perempuan sekarang mulai berani menyampaikan pemikiran dan gagasan, baik dalam lingkungan keluarga maupun di ranah profesional. Ia menilai ruang tampil dan memimpin bagi perempuan kini semakin terbuka di berbagai sektor.
Perubahan ini tidak hanya terlihat pada tingkat individu, tetapi juga pada pola kepercayaan lembaga dan komunitas yang memberi kesempatan lebih kepada perempuan untuk memegang peran kepemimpinan.
Peran nyata di komunitas dan organisasi profesi
Menurut Sofhia, peningkatan peran perempuan tampak nyata di lingkungan komunitas dan organisasi profesi. Ia menyebutkan banyak perempuan kini dipercaya memimpin komunitas maupun organisasi di berbagai sektor industri.
Sebagai praktisi di bidang logistik dan maritim, Sofhia menyambut baik perkembangan tersebut. Ia menilai sektor-sektor yang sebelumnya didominasi laki-laki mulai memberi ruang lebih besar bagi perempuan untuk berkarya dan memimpin.
“Baik di level lokal, domestiknya, di usahanya, di komunitasnya maupun ketika mereka diberi ruang untuk bicara,” ujar Sofhia.
Prospek dan harapan ke depan
Sofhia berharap perempuan Indonesia terus meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan rasa percaya diri di berbagai bidang kehidupan. Perbaikan akses, dukungan komunitas, dan penguatan self-leadership menjadi kunci agar tren peningkatan kepemimpinan perempuan berkelanjutan.
Dengan semakin terbukanya ruang di sektor publik dan swasta, peluang perempuan memimpin di tingkat yang lebih tinggi diperkirakan akan terus bertumbuh, asalkan dukungan dan peluang itu terus dijaga.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...