Kemenperin Dorong Industri Alas Kaki dan Tekstil Naik Kelas
Kementerian Perindustrian mendorong transformasi industri alas kaki, tekstil, garmen, dan kulit agar menghasilkan produk bernilai tinggi dan lebih kompetitif di pasar global. Upaya itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dorongan transformasi: teknologi, inovasi, SDM, dan keberlanjutan
Agus menekankan bahwa peningkatan kapasitas produksi saja tidak cukup. Transformasi harus mencakup penguatan inovasi, modernisasi mesin, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan industri hijau.
“Keberlanjutan bukan menjadi beban, tetapi harus menjadi keunggulan daya saing. Dunia saat ini tidak hanya membeli produknya dan melihat bagaimana barang itu diproduksi, apakah ramah lingkungan dan adil bagi pekerjanya,”
Menurut Agus, tuntutan pasar global mengharuskan produsen memperkuat desain, memperbarui peralatan produksi, dan memenuhi standar keberlanjutan untuk mempertahankan daya saing.
Peluang akses pasar lewat IEU-CEPA
Agus juga mendorong pelaku industri memanfaatkan peluang yang muncul dari implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Perjanjian ini diharapkan membuka akses ekspor produk nasional ke pasar Eropa.
“Kita harus membanjiri produk Indonesia di negara lain. Bukan malah membanjiri produk negara lain di Indonesia,”
ILF Expo 2026 sebagai wadah kolaborasi
Acara ILF Expo 2026 menjadi ajang bertemunya pelaku industri, mulai dari produsen hingga pembeli internasional. CEO Krista Exhibitions Daud Salim menyebut pameran ini mempertemukan seluruh rantai nilai industri.
“ILF Expo dan IGT Expo 2026 menjadi ruang pertemuan bagi produsen, pemasok, distributor, investor, asosiasi, dan pembeli. Yakni untuk melihat perkembangan teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang kerja sama di pasar domestik dan internasional,”
Pameran yang ke-19 ini diikuti oleh 210 peserta dari 14 negara, termasuk 50 pelaku UMKM Indonesia. Berbagai produk dan teknologi dipamerkan untuk mendukung modernisasi sektor manufaktur.
Ragam produk dan teknologi yang dipamerkan
- Bahan baku dan produk kulit
- Alas kaki dan aksesori
- Tekstil dan garmen
- Mesin produksi dan teknologi fabrikasi
Dampak dan prospek ke depan
Percepatan adopsi teknologi dan praktik berkelanjutan dipandang krusial untuk meningkatkan nilai tambah produk dan membuka pasar ekspor. Pemerintah dan pelaku industri perlu memperkuat sinergi agar transformasi berjalan cepat dan inklusif, khususnya bagi UMKM.
Dengan strategi yang tepat, industri alas kaki dan tekstil diharapkan tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga naik kelas menjadi penghasil produk bernilai tinggi dan kompetitif di pasar global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemudi Anak Roadshow: Anak Sampaikan 12 Poin ke 3 Kementerian
KemenPPPA gelar Kemudi Anak Roadshow di Jakarta (5 Agustus 2026) untuk menyampaikan 12 Poin Suara Anak Indon...
Menkum Dorong Rencana Induk KI 2027–2036 Jadi Proyek Strategis
Menkum Supratman mendorong Rencana Induk Kekayaan Intelektual 2027–2036 menjadi proyek strategis nasional un...
Pemerintah Jamin Kebebasan Menyampaikan Pendapat Secara Aman
Menko Polkam pastikan masyarakat bebas menyampaikan pendapat secara aman dan tertib, namun ancaman anarkisme...
Sejarah dan Peran Dharma Wanita yang Diperingati 5 Agustus
Hari Dharma Wanita Nasional diperingati tiap 5 Agustus untuk menghargai kontribusi perempuan ASN dan mengena...
DPR: Tidak Ada Surpres soal Pergantian Kapolri
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memastikan tidak ada Surat Presiden mengenai pergantian Kapolri; hasil ko...
Rengasdengklok: Kronologi yang Mempercepat Proklamasi 17 Agustus 1945
Aksi pemuda Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 mendorong kelahiran Proklamasi 17 Agustus 1945 dengan menjem...