Airlangga: Investasi dan Hilirisasi Dorong Serapan 1,45 Juta Pekerja
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga HartartoRp1.010,6 triliun, mendorong penyerapan tenaga kerja meski ada isu PHK.
Realisasi investasi dan distribusi
Airlangga melaporkan realisasi investasi semester I 2026 sebesar Rp1.010,6 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp507,6 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp502,9 triliun. Sekitar 50 persen investasi mengalir ke wilayah luar Pulau Jawa.
| Jenis Investasi | Nilai (Rp triliun) |
|---|---|
| PMA | 507,6 |
| PMDN | 502,9 |
| Total | 1.010,6 |
Airlangga menyebut salah satu tujuan investasi adalah hilirisasi, yang porsinya mencapai sekitar 30 persen atau sekitar Rp300 triliun dari total realisasi.
Dampak pada penyerapan tenaga kerja
Investasi yang masuk tercatat menyerap 1,45 juta tenaga kerja langsung pada semester pertama 2026. Angka ini naik sekitar 15 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.
"Jadi jumlah orang yang bekerja terekrut lebih banyak 15 persen dari tahun lalu, di tengah adanya beberapa isu PHK. Tetapi jumlah orang yang dipekerjakan dengan lapangan kerja baru, investasi baru meningkat dengan tinggi,"
Airlangga menegaskan kenaikan penyerapan terjadi meski ada kasus pemutusan hubungan kerja di beberapa tempat. Dorongan utama berasal dari investasi di sektor hilirisasi dan manufaktur.
"Jadi pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi. Dan investasi kembali 30 persen ke hilirisasi, kemudian juga di Pulau Jawa itu ke sektor masuknya ke manufaktur,"
Peran sektor riil
Sektor makanan dan minuman mencatat kontribusi penting pada penyerapan tenaga kerja. Pertumbuhan didorong oleh aktivitas wisatawan domestik dan mancanegara.
"Serapan makanan-minuman itu menunjukkan dan juga turis lokal maupun wisman itu sektor Mamin juga mendorong karena dia tumbuh sekitar 10 persen. Jadi dua sektor itu menjadi sektor yang merekrut cukup banyak tenaga kerja,"
| Sektor | Perubahan / Kontribusi |
|---|---|
| Akomodasi & Makanan-Minuman | +10,6% (semester I 2026) |
| Industri Pengolahan | Kontribusi 18,5% terhadap PDB |
| Konstruksi | +6,68% (mengikuti sektor perumahan) |
Airlangga menyebut akomodasi dan industri pariwisata juga didukung program sosial seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), industri perhotelan, dan industri perjalanan.
Langkah pemerintah ke depan
Pada semester kedua 2026, pemerintah akan melanjutkan berbagai program untuk memperkuat penciptaan lapangan kerja. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan keterampilan dan memfasilitasi penempatan kerja.
- Pelatihan vokasi untuk memenuhi kebutuhan industri
- Program magang yang menjembatani pelajar dan dunia usaha
- Kebijakan pendukung untuk menurunkan tingkat pengangguran
Upaya ini ditargetkan mempertahankan momentum investasi dan memperluas penyerapan tenaga kerja, terutama di sektor hilirisasi dan manufaktur yang menjadi motor penciptaan lapangan kerja.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemudi Anak Roadshow: Anak Sampaikan 12 Poin ke 3 Kementerian
KemenPPPA gelar Kemudi Anak Roadshow di Jakarta (5 Agustus 2026) untuk menyampaikan 12 Poin Suara Anak Indon...
Menkum Dorong Rencana Induk KI 2027–2036 Jadi Proyek Strategis
Menkum Supratman mendorong Rencana Induk Kekayaan Intelektual 2027–2036 menjadi proyek strategis nasional un...
Pemerintah Jamin Kebebasan Menyampaikan Pendapat Secara Aman
Menko Polkam pastikan masyarakat bebas menyampaikan pendapat secara aman dan tertib, namun ancaman anarkisme...
Sejarah dan Peran Dharma Wanita yang Diperingati 5 Agustus
Hari Dharma Wanita Nasional diperingati tiap 5 Agustus untuk menghargai kontribusi perempuan ASN dan mengena...
DPR: Tidak Ada Surpres soal Pergantian Kapolri
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memastikan tidak ada Surat Presiden mengenai pergantian Kapolri; hasil ko...
Rengasdengklok: Kronologi yang Mempercepat Proklamasi 17 Agustus 1945
Aksi pemuda Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 mendorong kelahiran Proklamasi 17 Agustus 1945 dengan menjem...