Kemenekraf Dorong Pemda Aktif Kembangkan Gim Lokal
Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pemerintah daerah (Pemda) berperan aktif dalam pengembangan gim lokal. Pernyataan ini disampaikan Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya pada diskusi panel Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 di Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026. Langkah itu dianggap penting untuk mewujudkan amanah Perpres Nomor 37 tahun 2026 yang memuat Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) hingga 2045.
Perpres dan Rindekraf hingga 2045
Perpres Nomor 37/2026 memuat pembagian tugas yang melibatkan 22 kementerian dan lembaga. Menurut Menekraf, pembagian tugas ini ditetapkan agar pengembangan ekonomi kreatif berjalan terkoordinasi pada tingkat pusat dan daerah. Namun, kata dia, kebijakan pusat perlu didukung pelaksanaan nyata di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.
"Kita ingin tidak semua pegiat board game, maupun games-games digital (lokal), semua lari ke asosiasi pusat. Tetapi kita ingin pemerintah daerah, bisa menjadi bapak asuhnya mereka juga,"
Peran pemerintah daerah
Teuku menekankan bahwa tanpa keterlibatan Pemda, jangkauan program akan sulit mencapai daerah terpencil. Pemerintah daerah diminta menjadi fasilitator, pendamping, dan penghubung untuk pegiat kreatif lokal. Dengan demikian, dukungan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berupa ekosistem kolaboratif di tingkat lokal.
"Di dalam Rindekraf tersebut juga bagaimana kita memperkuat, bersama 22 kementerian/lembaga yang terlibat, itu sudah dibagi sama Presiden amanah dan tugasnya. Kemitraan Kementerian Ekraf dengan 22 kementerian/lembaga, termasuk games di pemerintah daerah, provinsi, kabupaten/kota,"
Dampak terhadap ekonomi kreatif
Menekraf meyakini keterlibatan aktif Pemda akan mempercepat pertumbuhan ekosistem gim lokal. Jika kolaborasi terwujud, manfaat ekonomi berpotensi dirasakan lebih luas melalui efek berganda atau multiplier effect. Hal ini berlaku bagi skala usaha mikro, pengembang indie, hingga rantai pasok kreatif di daerah.
"Jadi ekosistem ini bisa berkembang, juga dengan keterlibatan pemerintah daerah. Tinggal bagaimana kolaborasi kita, bisa bersama-sama sehingga multiplier effect-nya, terutama multiplier effect ekonominya dapat dirasakan oleh kita semua,"
Rencana aksi lebih rinci di tingkat daerah belum dipaparkan lengkap dalam sesi tersebut. Namun, sinyal kebijakan sudah jelas: implementasi Rindekraf akan melibatkan pemerintah daerah sebagai mitra kunci. Ke depan, perhatian akan tertuju pada mekanisme kolaborasi dan sumber daya untuk menerjemahkan arahan pusat menjadi program nyata di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Karhutla di TN Gunung Rinjani Berhasil Dikendalikan
Karhutla di Resor Sembalun, TN Gunung Rinjani berhasil dikendalikan; pemantauan berlanjut untuk memastikan b...
Usman Husin: Strategi Pencegahan Karhutla Harus Diperkuat
Usman Husin minta Kementerian Kehutanan memperkuat pencegahan karhutla karena kejadian berulang di lokasi sa...
Strategi Teuku Umar: Jadi Tentara Belanda, Kumpulkan Senjata
Teuku Umar menyusup ke barisan Belanda, mengumpulkan persenjataan besar, lalu kembali memperkuat perlawanan...
Menteri UMKM Dorong Perluasan Pasar Produk Lokal
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong APPI jadi mitra strategis untuk memperluas pasar produk lokal dan m...
Kemkomdigi Tekankan Prinsip 3C untuk Industri Gim Nasional
Kemkomdigi menegaskan prinsip 3C (connectivity, catalyst, competency) sebagai dasar pengembangan industri gi...
Menekraf Dukung Board Game Masuk Jaringan Ritel Nasional
Menekraf mendorong board game lokal masuk jaringan ritel nasional untuk memperkuat ekosistem dan mendorong p...