Kemendikdasmen Tegaskan Penguatan Fondasi Pendidikan Bermutu
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan penguatan fondasi pendidikan bermutu secara nasional melalui serangkaian program 2025–2026. Pernyataan itu disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026, usai memaparkan capaian program yang meliputi revitalisasi sekolah dan distribusi perangkat pembelajaran digital.
Capaian utama 2025–2026
Kemendikdasmen melaporkan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan telah dilaksanakan secara bertahap. Pemerintah juga mendistribusikan 288.865 Interactive Flat Panel (IFP) ke berbagai sekolah untuk mendukung proses belajar mengajar.
Revitalisasi sarana belajar
Program revitalisasi bertujuan memperkuat kualitas sarana belajar di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil. Langkah ini diharapkan memperkecil kesenjangan fasilitas antarwilayah dan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.
Peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru
Kemendikdasmen tidak hanya fokus pada infrastruktur. Peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru menjadi prioritas melalui pelatihan, sertifikasi, dan program beasiswa. Sebanyak 12.500 guru menerima bantuan studi sarjana melalui rekognisi pembelajaran lampau.
Selain itu, pemerintah menaikkan tunjangan bagi guru non-ASN menjadi dua juta rupiah setiap bulan. Menurut laporan, guru ASN juga memperoleh tunjangan yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing.
“Kami merasa sangat terbantu oleh kreativitas dan dukungan seluruh pemangku pendidikan. Langkah bersama ini memperkuat pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Abdul Mu'ti.
Pendidikan karakter dan perluasan wajib belajar
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan karakter melalui program pembiasaan siswa nasional. Beberapa program yang dijalankan antara lain:
- Pagi Ceria
- Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat
Selain itu, program wajib belajar diperluas mencakup pendidikan taman kanak-kanak hingga SMA sederajat untuk memastikan kesinambungan layanan pendidikan dasar dan menengah.
Kolaborasi, penghargaan, dan pengakuan
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menekankan pentingnya sinergi lintas daerah dan lembaga untuk mengatasi tantangan pendidikan. Dalam rangkaian kegiatan, Kemendikdasmen memberikan 97 penghargaan kepada tokoh dan lembaga pendidikan atas kontribusi dalam revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran.
“Tasyakuran Hardiknas menjadi ruang apresiasi bagi seluruh insan pendidikan nasional. Kolaborasi pusat dan daerah penting mewujudkan pendidikan inklusif,” ujar Suharti.
Prospek dan harapan ke depan
Pemerintah berharap capaian itu dapat ditingkatkan melalui partisipasi aktif masyarakat dan pemangku kepentingan. Konsolidasi program dan perluasan akses diharapkan mempercepat pemerataan pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Luncurkan GNPP: Pelayanan Publik Terintegrasi 24/7
Pemerintah meluncurkan GNPP untuk layanan publik terintegrasi dan meluncurkan simbol 24/7, serta percepatan...
Mensos Bahas Penguatan Tata Kelola Program Sekolah Rakyat dengan ICW
Mensos bertemu ICW membahas penguatan tata kelola Program Sekolah Rakyat untuk cegah korupsi dan perbaiki pe...
LPDS Luncurkan Buku Lima Tokoh Perempuan Pers Indonesia
LPDS meluncurkan buku yang mengangkat jejak lima tokoh perempuan pers Indonesia sebagai catatan sejarah dan...
LPDS Luncurkan e-Learning UKW di Ulang Tahun Ke-38
LPDS meluncurkan e-Learning UKW saat ulang tahun ke-38 untuk memudahkan akses materi dan coaching bagi calon...
Kemenhut Revisi Permen LHK untuk Percepat Hilirisasi dan Tarik Investasi
Kemenhut menyusun revisi Permen LHK Nomor 8/2021 untuk mempercepat hilirisasi hasil hutan dan menarik invest...
BSPS Berbasis Material Gerakkan Ekonomi Desa
Wamen PKP Fahri Hamzah menyatakan BSPS diubah menjadi bantuan material untuk mendorong ekonomi desa melalui...