Kemenag Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Bersama Perguruan Tinggi
BANDA ACEH — Kementerian Agama menegaskan komitmen mempercepat pemulihan pascabencana di Aceh melalui penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Pernyataan itu disampaikan Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan HAM, Dr H Faisal Ali Hasyim, pada Diskusi Publik Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) yang digelar di Event Hall AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (24/7).
Target pemulihan hingga September
Faisal Ali menegaskan Kementerian Agama memberi perhatian khusus pada dampak banjir di Aceh dan akan mempercepat langkah-langkah rehabilitasi. Target capaian pemulihan disusun agar berlangsung maksimal hingga September mendatang.
"Kita akan terus kebut proses pemulihan ini. Insya Allah hingga September nanti kita targetkan capaian pemulihan dapat berlangsung secara maksimal."
Validasi data dan perhatian pada mahasiswa terdampak
Faisal juga meminta semua pihak yang memiliki data kerusakan di Kementerian Agama untuk memastikan validitas data penerima bantuan. Hal ini penting agar tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat saat pendataan dan penyaluran bantuan.
Selain itu, ia mengajak rektor untuk mengidentifikasi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana agar dapat memperoleh perhatian dan dukungan yang diperlukan selama proses pemulihan.
Peran perguruan tinggi dan dukungan USK
Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Dr Mirza Tabrani, menyatakan komitmen kampus membantu mahasiswa terdampak agar tetap melanjutkan perkuliahan tanpa hambatan. Dukungan yang disiapkan antara lain beasiswa, pelayanan kesehatan, serta keterlibatan tenaga medis civitas akademika dalam pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Dalam forum itu, 12 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh memberi masukan konkret untuk memperkuat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi.
Local wisdom dalam proses pemulihan
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, menekankan pentingnya memasukkan local wisdom sebagai basis pembangunan pascabencana. Pendekatan ini dimaksudkan agar pemulihan tetap berpijak pada nilai, budaya, dan karakter masyarakat Aceh.
Koordinasi Satgas PRR dan indikator pemantauan
Diskusi dipimpin oleh Dr Safrizal ZA, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri dan Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Sumatera di Aceh. Forum bertujuan menyatukan pandangan, mendiseminasikan perkembangan PRR, dan menghimpun masukan akademisi agar pemulihan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Satgas PRR memantau kemajuan melalui 13 indikator pemulihan yang meliputi:
- Penyelenggaraan pemerintahan
- Layanan kesehatan
- Pendidikan
- Konektivitas jalan dan jembatan
- Pemulihan ekonomi
- Rumah ibadah
- Kebutuhan dasar masyarakat
- Penanganan sosial bagi masyarakat terdampak
- Infrastruktur publik
- Pemulihan perumahan
- Ketahanan pangan
- Sarana sanitasi
- Pelayanan administrasi kependudukan
Dengan melibatkan perguruan tinggi dan lintas kementerian, pemerintah berharap proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan serta sesuai karakter lokal. Pemantauan berkala terhadap indikator menjadi kunci untuk mengejar target pemulihan yang telah ditetapkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
SMI Desak Investigasi Independen atas Dugaan Penyadapan LIMS
SMI mendesak investigasi independen atas dugaan penyadapan melalui LIMS yang menyeret mantan Kapolri dan dua...
Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pengedar Sabu di Pinggir Jati
Tim Opsnal Polsek Kualuh Hulu menangkap Angga (40) terduga pengedar sabu di Pinggir Jati, Labuhanbatu Utara....
KNPI Kecam Oknum yang Catut Nama Bupati dalam Pungli Rp18 Juta
Ketua KNPI Padanglawas kecam oknum ZA yang diduga mencatut nama bupati untuk memungut Rp18 juta terkait prog...
Tapanuli Utara Luncurkan One Day Service untuk Akta Kelahiran
Pemkab Tapanuli Utara meluncurkan One Day Service: bayi lahir di Puskesmas langsung dapat akta, KK terbaru,...
Pemkab Nias Selatan Gelar Rakor Pemerintahan di Pulau Tello
Pemkab Nias Selatan menggelar Rakor Pemerintahan di Pulau Tello untuk memperkuat tata kelola, pengelolaan ke...
Warga Minta RDP Komisi III soal Pengelolaan 47.000 Ha Eks Torganda
Forum Masyarakat Mitra Torganda minta RDP Komisi III soal pengelolaan 47.000 ha eks Torganda dan pemulihan h...