Antrean BBM Sebabkan Kemacetan Parah di Jalinsum Labusel
KOTAPINANG – Kemacetan lalu lintas hingga belasan kilometer terjadi di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalam dua hari berturut-turut. Antrean pembelian bahan bakar mengakibatkan kendaraan terhenti berjam-jam pada dini hari, mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas lokal.
Kronologi kemacetan
Peristiwa puncak kemacetan terjadi pada Kamis (11/6) dini hari. Kepadatan mulai terlihat sejak sekitar pukul 03.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 WIB. Antrean kendaraan mengular dari kawasan Pinangawan, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, hingga Bukit, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang.
Sehari sebelumnya, waktu dan lokasi yang hampir sama juga terjadi antrean panjang. Warga melaporkan kendaraan nyaris tidak bergerak selama beberapa jam sehingga banyak yang terlambat bekerja maupun terganggu aktivitasnya.
Penyebab dan dampak
Berdasarkan keterangan warga dan pengamatan, kemacetan disebabkan oleh banyaknya truk pengangkut BBM jenis Bio Solar yang mengantre di sejumlah SPBU. Pada jam-jam kritis hanya dua SPBU yang masih menyediakan jenis tersebut, yakni SPBU 14.214.287 Titi Kembar di Kelurahan Kotapinang dan SPBU 14.214.231 Asam Jawa di Desa Asam Jawa.
Warga menyebut antrean truk Odol menjadi pemicu utama karena volume dan lama pengisian. Akibatnya, ruas Jalinsum yang semestinya melayani arus antar kota berubah menjadi tempat parkir sementara kendaraan pengantar BBM.
Saksi mata
“Tadi jam tiga-an, saya dalam perjalanan menggunakan sepeda motor pulang dari Kotapinang menuju Asam Jawa. Sepanjang jalan terjadi antrean kendaraan,”
kata Surya Solin, warga Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba.
“Sudah dua hari ini terlambat kerja, karena macet. Kendaraan sama sekali tidak dapat bergerak selama berjam-jam,”
kata M. Nasir, 44, warga Desa Aek Batu yang bekerja di sebuah bank swasta.
Implikasi dan langkah ke depan
Kemacetan ini menyoroti masalah distribusi BBM dan pengaturan lalu lintas untuk kendaraan angkutan berat. Jika antrean truk tetap terjadi pada jam prima, gangguan terhadap aktivitas ekonomi lokal berpotensi berlanjut.
Solusi jangka pendek yang dapat dipertimbangkan antara lain pengaturan jadwal pengisian untuk truk BBM, pembatasan jam antre untuk kendaraan berat, dan koordinasi antara operator SPBU dengan pihak kepolisian lalu lintas untuk mengatur arus.
Kondisi di lapangan dapat berubah bergantung pada ketersediaan pasokan Bio Solar dan tindakan instansi terkait. Pemantauan lanjutan dan koordinasi antarlembaga diperlukan untuk mencegah kemacetan serupa di masa mendatang.
Berita Terkait
Batubara Beri Insentif Rp500.000 untuk 540 Guru Sekolah Minggu
Bupati Batubara serahkan insentif Rp500.000 kepada 540 guru Sekolah Minggu sebagai apresiasi dan ajakan perk...
Polda Sumut Tangkap Host TikTok Tersangka Siaran Porno
Polda Sumut menangkap host TikTok NFR (28) terkait siaran langsung berisi konten pornografi; akun diduga mer...
Kepulangan Jamaah Haji Kloter 08 Disambut di Asrama Haji Medan
Jamaah haji Kloter 08 tiba di Asrama Haji Medan Rabu (10/6) dan disambut petugas serta keluarga; pimpinan da...
Pemuda Kisaran Minta Tenang soal Putusan HGU PT CSIL
Tiga tokoh pemuda di Kisaran minta tenang dan kaji ulang isu putusan MA soal HGU PT CSIL yang sudah berkekua...
Purwaningrum Ditunjuk Ketua DPC PKB Deliserdang 2026–2031
H. Purwaningrum resmi ditetapkan Ketua DPC PKB Deliserdang 2026–2031; SK pengurus dalam proses dan pelantika...
PT Sianjur Resort Tuding Oknum Kuasai Lahan di Marindal Belakang Mapolda
PT Sianjur Resort menuduh oknum pemerintahan berupaya menguasai lahan 125 ha di Marindal II; konstatering pe...