Kelangkaan Semen di Nias Selatan, Harga Melonjak hingga Rp140.000
Telukdalam, Nias Selatan — Kelangkaan semen di Kabupaten Nias Selatan berlanjut dan mendorong kenaikan harga tajam hingga Rp140.000 per sak pada Selasa (20/10). Kondisi ini memengaruhi pasokan berbagai merek populer dan membuat pembangunan beberapa proyek terhambat.
Kelangkaan stok dan lonjakan harga
Warga melaporkan sulitnya memperoleh semen di toko-toko material sekitar Kota Telukdalam. Ketersediaan dari merek-merek seperti Semen Padang, Merah Putih, dan Tiga Roda disebut sangat terbatas.
Salah seorang warga, Antona P. Zidomi, mengatakan ia telah berkeliling ke beberapa panglong namun selalu mendapat jawaban stok habis.
"Benar bang, semen di Nias Selatan langka. Saya sudah keliling mencari di beberapa panglong di sekitar Kota Telukdalam, setiap ditanya jawabannya selalu sudah habis dan stok tidak ada lagi,"
Di sejumlah toko, harga Semen Padang dilaporkan mencapai Rp140.000 per sak, sementara Semen Merdeka dijual sekitar Rp135.000 per sak, meski stok jarang tersedia.
Perbandingan harga dan dampak pada material lain
Pekan sebelumnya harga semen relatif stabil; warga menyebut Semen Padang biasa dijual Rp85.000 per sak dan Semen Merdeka Rp78.000 per sak. Kenaikan ini otomatis menaikkan biaya material bangunan lain.
Kenaikan harga bahan baku konstruksi menambah beban anggaran bagi pemilik rumah dan pelaksana proyek kecil. Para penjual pun kesulitan memenuhi permintaan ketika stok sangat terbatas.
Dampak pada proyek revitalisasi sekolah
Salah seorang kepala sekolah penerima dana revitalisasi sekolah dari Kemendikdasmen tahun anggaran 2026 juga menyampaikan keluhannya. Ia menjelaskan lonjakan harga dan sulitnya mendapatkan semen menghambat progres pekerjaan di lapangan.
"Padahal harga sebelumnya biasanya Semen Padang hanya Rp85 ribu per sak, Semen Merdeka Rp78 ribu. Ini jelas mempengaruhi harga bangunan lainnya yang ikut melambung tinggi,"
Kepala sekolah yang akrab disapa Nduru itu menambahkan bahwa keterlambatan menjadi semakin terasa karena musim hujan turut menghambat pekerjaan.
Harapan tindakan cepat
Warga dan pihak sekolah berharap pemerintah daerah serta distributor segera mengambil langkah untuk mengatasi kelangkaan. Mereka meminta solusi yang memastikan ketersediaan material agar pembangunan tidak terus tersendat.
Hingga saat ini, penyebab pasti kelangkaan semen di Nias Selatan belum terungkap, sehingga pihak terkait diminta melakukan klarifikasi dan penanganan cepat agar proyek konstruksi bisa berjalan kembali.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Aceh Dukung Peran Mahasiswa di Rakernas XX BEM SI 2026
Pj Sekda mewakili Gubernur pada pembukaan Rakernas XX BEM SI di Banda Aceh; Pemprov menyatakan terbuka mener...
Pupuk Subsidi Langka di Sipirok, BNN Gerebek Marelan, Vonis Infak
Petani Sipirok kesulitan dapat pupuk subsidi meski harga melonjak; BNN gerebek Marelan dan terdakwa penggela...
Polsek Siantar Barat Ajak Warga Bersama Perangi Narkoba
Polsek Siantar Barat patroli Kampung Bebas Narkoba di Jalan Jawa, ajak warga lapor bila mengetahui peredaran...
Polsek Siantar Martoba Dampingi Penjualan 2,1 Ton Jagung ke Bulog
Polsek Siantar Martoba mendampingi penjualan 2,1 ton jagung petani binaan ke Bulog Pematangsiantar pada 19 O...
Petani Sipirok Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi hingga Rp200.000
Petani Sipirok mengeluh pupuk subsidi langka dan dijual Rp190.000–Rp200.000, berisiko menurunkan hasil panen...
Jalan Amblas di Sipirok, Arus Sipirok–Tarutung Kembali Lancar
Antrean akibat jalan amblas di Desa Marsada, Sipirok, kini bisa diatasi; arus Sipirok–Tarutung dilayani sist...