Petani Sipirok Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi hingga Rp200.000
Sipirok, Tapanuli Selatan — Petani di Kecamatan Sipirok mengeluhkan kelangkaan dan lonjakan harga pupuk subsidi sejak beberapa waktu terakhir. Harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya Rp94.000 per karung kini di pasaran mencapai Rp190.000–Rp200.000, tetapi stok pupuk subsidi sulit diperoleh.
Harga dan ketersediaan pupuk
Sejumlah petani yang datang ke Padangsidimpuan, Selasa (20/10), mengatakan ketersediaan pupuk subsidi di lapangan sangat terbatas. Mereka menyebut lebih dari 10 kios di Kecamatan Sipirok sering kosong stok pupuk subsidi di gudang maupun rak kios.
Banyak petani akhirnya terpaksa membeli pupuk non subsidi yang harganya mencapai lebih dari Rp400.000 per karung. Kondisi ini membuat beban biaya produksi meningkat tajam.
Dampak pada hasil panen
Kelangkaan dan tingginya harga pupuk berdampak langsung pada produktivitas. Petani melaporkan penurunan hasil panen dan khawatir munculnya risiko gagal panen jika masalah ini berlanjut.
"Harga HET hanya Rp94.000, di pasaran rata-rata Rp200.000. Namun masih sulit diperoleh,"
"Langka dan tingginya harga pupuk subsidi drastis menyebabkan hasil panen kami jauh merosot, meskipun Bupati Tapsel selalu menggaungkan swasembada pangan,"
Tuntutan petani dan permintaan pengawasan
Para petani meminta Pemerintah Daerah Tapsel melalui Dinas Pertanian menelusuri hambatan distribusi pupuk subsidi. Mereka juga menyerukan pengawasan ketat terhadap distributor dan kios yang diduga melakukan pelanggaran, termasuk penimbunan atau penyaluran ke pasar non-subsidi.
"Kami berharap pemerintah daerah segera mengidentifikasi masalah pokoknya di lapangan. Jika ditemukan ada pihak distributor ataupun kios-kios ‘Nakal’ yang sengaja melakukan pelanggaran mohon ditindak tegas,"
Respons pemerintah
Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Muhammad Taufik Batubara, SP MM, dikonfirmasi melalui aplikasi pesan singkat namun belum memberikan jawaban atau sanggahan hingga peliputan selesai.
Kelangkaan pupuk subsidi di Sipirok menimbulkan pertanyaan soal efisiensi rantai distribusi dan kepatuhan para penyalur. Petani berharap langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memastikan pasokan pupuk tepat sasaran dan mencegah dampak lebih luas pada ketahanan pangan lokal.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Aceh Dukung Peran Mahasiswa di Rakernas XX BEM SI 2026
Pj Sekda mewakili Gubernur pada pembukaan Rakernas XX BEM SI di Banda Aceh; Pemprov menyatakan terbuka mener...
Pupuk Subsidi Langka di Sipirok, BNN Gerebek Marelan, Vonis Infak
Petani Sipirok kesulitan dapat pupuk subsidi meski harga melonjak; BNN gerebek Marelan dan terdakwa penggela...
Kelangkaan Semen di Nias Selatan, Harga Melonjak hingga Rp140.000
Semen langka di Nias Selatan, harga naik sampai Rp140.000 per sak dan mengganggu progres pembangunan, termas...
Polsek Siantar Barat Ajak Warga Bersama Perangi Narkoba
Polsek Siantar Barat patroli Kampung Bebas Narkoba di Jalan Jawa, ajak warga lapor bila mengetahui peredaran...
Polsek Siantar Martoba Dampingi Penjualan 2,1 Ton Jagung ke Bulog
Polsek Siantar Martoba mendampingi penjualan 2,1 ton jagung petani binaan ke Bulog Pematangsiantar pada 19 O...
Jalan Amblas di Sipirok, Arus Sipirok–Tarutung Kembali Lancar
Antrean akibat jalan amblas di Desa Marsada, Sipirok, kini bisa diatasi; arus Sipirok–Tarutung dilayani sist...