Lokal

Jalan Amblas di Sipirok, Arus Sipirok–Tarutung Kembali Lancar

Bagikan:
Jalan amblas di Desa Marsada Sipirok yang dilintasi kendaraan secara bergantian

Sipirok, Tapanuli Selatan — Antrean kendaraan yang mengular akibat jalan amblas di Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, kini berhasil ditangani. Peristiwa longsor terjadi pada Minggu (18/10) malam dan sejak Senin lalu arus mulai dilonggarkan sehingga kendaraan dapat melintas secara bergantian. Penanganan dilakukan oleh Polres Tapanuli Selatan bersama Dinas Perhubungan setempat untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas di ruas Lintas Tengah Sumatera.

Arus lalu lintas kembali lancar

Saat ini semua jenis kendaraan, dari sepeda motor hingga truk trailer, sudah dapat melewati lokasi jalan amblas. Lalu lintas berjalan secara bergantian dengan pengaturan petugas di lokasi. Meski demikian, penanganan masih bersifat sementara dan petugas tetap menutup akses bila kondisi dianggap berisiko.

Pengaturan buka-tutup dan pemantauan

Pihak Dinas Perhubungan Tapsel dan Satuan Lalu Lintas Polres Tapsel mempertahankan pengaturan lalu lintas ketat. Kepala Dinas Perhubungan Tapsel, Hamonangan, menyatakan petugas terus bersiaga untuk memantau perkembangan kondisi jalan dan pergerakan kendaraan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tapsel, Iptu James Sihombing, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan sistem buka-tutup secara bergantian untuk menghindari penumpukan kendaraan dari dua arah.

Iptu James Sihombing: Pengendara diminta mematuhi arahan petugas dan mengikuti pengaturan lalu lintas yang berlaku.

Imbauan keselamatan bagi pengguna jalan

Meski arus mulai normal, petugas mengimbau pengendara tetap waspada. Area bekas longsor rawan menjadi berlumpur saat hujan, sehingga risiko selip dan kecelakaan meningkat. Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan dan memberi prioritas saat melewati titik yang sempit.

Respons masyarakat dan usulan perbaikan

Tokoh pemuda setempat, H Ridho M Saleh Siregar, mengingatkan bahwa badan jalan di lokasi masih bergerak dan tidak cukup kuat menahan erosi terutama saat musim hujan. Ia menyerukan agar pemerintah merencanakan solusi permanen untuk mencegah kejadian berulang.

H Ridho M Saleh Siregar: Kemungkinan satu-satunya solusi adalah membuat jalan layang dengan pancang yang cukup dalam agar jalan Sipirok dapat bertahan.

Warga berharap perbaikan konstruktif segera dilakukan agar akses antarkabupaten tidak terganggu berulang kali. Sementara itu, petugas akan melanjutkan pengawasan hingga kondisi jalan dinyatakan aman permanen.

Ke depan, otoritas daerah diharapkan mengkaji perbaikan teknis dan mitigasi bencana untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur di sepanjang Lintas Tengah Sumatera.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait