Kejurwil IV Tenis Junior Jatim 2026 Digelar di Blitar
Bupati Blitar Rijanto membuka Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) IV Tenis Junior Jawa Timur 2026 di Kota Blitar, Sabtu (4/7/2026), menekankan bahwa kompetisi usia dini menjadi fondasi pembinaan atlet menuju level nasional dan internasional.
Pembinaan usia dini jadi fokus
Rijanto mengatakan kejuaraan memberi ruang bagi atlet muda menguji kemampuan dan menambah jam terbang. Menurutnya, dari kompetisi seperti ini akan terjaring bibit yang dapat dikembangkan melalui program pembinaan berkesinambungan.
Ini menjadi sentuhan yang sangat baik bagi Kabupaten Blitar untuk menjaring atlet-atlet tenis junior. Dari pembinaan yang berkesinambungan, kami berharap lahir atlet-atlet yang mampu membawa nama Kabupaten Blitar di tingkat nasional maupun internasional.
Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen mendukung penyelenggaraan kompetisi yang sesuai jenjang usia untuk memperkuat olahraga prestasi.
Skala kejuaraan dan peserta
Kejuaraan Tenis Junior 2026 adalah program pembinaan Pelti Provinsi Jawa Timur bersama Pelti kabupaten/kota se-Jawa Timur. Tahun ini kompetisi melibatkan 446 atlet yang bersaing di kelompok usia 10, 12, 14, dan 16 tahun.
Pelaksanaan dibagi dalam enam wilayah. Wilayah penyelenggaraan adalah:
- Kabupaten Malang
- Kabupaten Kediri
- Kabupaten Madiun
- Blitar (Kejurwil IV)
- Kabupaten Jember
- Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Khusus Kejurwil IV di Blitar, tercatat 55 atlet peserta. Mereka berasal dari Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten dan Kota Malang, Kota Batu, serta Kabupaten dan Kota Blitar.
Suasana pembukaan dan dukungan pemangku kepentingan
Upacara pembukaan berlangsung di Lapangan Tenis Pendopo Ronggo Hadinegoro dan Lapangan Tenis Bon Rojo. Selain Bupati, hadir Wakil Bupati Beky Herdihansah, perwakilan Ketua Pelti Jawa Timur, Ketua Pelti Kabupaten Blitar, serta pejabat terkait seperti Ketua TP PKK, Ketua Perwosi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, dan jajaran KONI Kabupaten Blitar.
Kehadiran mereka menegaskan dukungan bersama dalam memperkuat pembinaan olahraga sejak usia dini di Jawa Timur.
Dampak dan prospek
Selain memperebutkan prestasi, penyelenggaraan ini bertujuan menambah pengalaman bertanding para junior sebagai bekal menuju kompetisi yang lebih tinggi. Pelti dan pemerintah daerah berharap gelaran rutin seperti ini dapat memperkuat ekosistem pembinaan dan menghasilkan atlet berdaya saing.
Dengan skema wilayah yang terorganisir, atlet muda mendapatkan jalur yang jelas untuk naik ke tingkat provinsi, nasional, dan internasional.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
PDI Perjuangan Sidoarjo Gelar Rakorcab untuk Penjaringan Ketua Ranting
PDI Perjuangan Sidoarjo menggelar rakorcab 3 Juli 2026 untuk sosialisasi penjaringan calon ketua Pengurus Ra...
Husen Kawal Pembangunan Lamongan Selatan: Pupuk, Alsintan, Pariwisata
Wakil Ketua DPRD Husen menyerap aspirasi di Sambeng, mendorong hak pupuk bersubsidi, bantuan alsintan, dan p...
DPRD Surabaya Kawal Penyediaan Jaringan PDAM di Gebang Lor
DPRD Surabaya bersama PDAM survei lahan Gebang Lor pada 2 Juli 2026 untuk memperluas jaringan pipa dan membe...
Malang Perkuat Literasi Keuangan Pelajar Lewat KEJAR dan RABU
Bupati Malang luncurkan KEJAR dan RABU untuk menumbuhkan kebiasaan menabung dan literasi keuangan pada pelaj...
Bupati Gelar Malam Jumat Manis untuk Tampung Aspirasi Warga
Bupati Lukman Hakim menggelar dialog "Malam Jumat Manis" di Pendopo Agung Bangkalan pada 2 Juli 2026 untuk m...
DPRD Banyuwangi Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
DPRD Banyuwangi mengesahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 pada 3 Juli 2026; PAD melebihi target namun...