Lokal

1.500 Atlet Ikut Kejurnas Taekwondo Sumut, Digelar 26-28 Juni 2026

Bagikan:
Atlet taekwondo bertanding di lapangan GOR Unimed saat Kejurnas Sumut

Deliserdang — Kejuaraan Nasional Taekwondo, Sumut Nasional Taekwondo Championship Piala Anggota DPR RI DR. H. Musa Rajekshah, akan digelar pada 26-28 Juni 2026 di GOR Unimed. Sebanyak 1.500 atlet dari 10 provinsi dipastikan bertanding untuk memperebutkan titel dan total hadiah Rp 50 juta.

Provinsi peserta dan jumlah atlet

Panitia menyatakan 10 provinsi ikut serta dalam kejuaraan ini. Para peserta berasal dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur.

  • Aceh
  • Sumatera Utara
  • Sumatera Barat
  • Riau
  • Kepulauan Riau
  • Jambi
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Kalimantan Barat
  • Nusa Tenggara Timur

"Ada 10 Propinsi yang ikut berlaga di event kita yaitu Aceh, Sumut, Sumatera Barat, Riau, Kepri, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Timur. Kita berharap event ini bisa berjalan dengan baik dan lancar," kata Ketua Pengprov TI Sumut, H. Hamdani Syahputra S.sos MH.

Hadiah dan penghargaan

Hamdani menjelaskan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp 50 juta. Selain uang, panitia menyediakan piala bergengsi bergelar Piala Anggota DPR RI DR. H. Musa Rajekshah, yang juga berperan sebagai pembina Pengprov TI Sumut.

Dukungan lembaga dan sponsor

Panitia menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang mendukung terselenggaranya kejuaraan. Dukungan datang dari Ketua Umum PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon, Kemenpora, dan KONI Pusat.

"Kami juga menyampaikan terimakasih kepada sponsor utama Baba Parfum dan minuman Indodes serta D'coffee Kedan yang telah banyak membantu. Begitu juga dengan MPC PP Deliserdang untuk bidang keamanan karena lokasi acara di Gor Unimed merupakan wilayah Kabupaten Deliserdang," ujar Hamdani.

Pengelolaan pertandingan dan wasit

Ketua Panitia Rinaldi SE didampingi Sekretaris Pengprov TI Sumut Tulus Abdiansyah menyampaikan, pertandingan diawasi langsung oleh bidang pertandingan PBTI, yakni Master Charles.

Panitia merekrut wasit dari berbagai daerah yang memiliki sertifikat wasit nasional (Wasnas). Menurut Rinaldi, pengawasan dan kualitas wasit dimaksudkan agar pertandingan berlangsung adil dan aman.

"Sedangkan wasitnya juga kita panggil dari berbagai daerah yang memiliki sertifikat wasit nasional (Wasnas). Sehingga pertandingan nanti bisa berlangsung adil dan nyaman," kata Rinaldi.

"Jadi tidak ada lagi perseteruan di lapangan. Karena semuanya sudah dijelaskan," tambah Rinaldi terkait technical meeting.

Target jangka panjang

Tulus Abdiansyah menegaskan bahwa kejurnas ini menjadi event perdana berskala nasional yang diselenggarakan pada 2026. Panitia berharap kegiatan ini menjadi tolok ukur untuk menggelar event yang lebih besar, termasuk rencana event internasional di Sumatera Utara.

Kejuaraan yang mengumpulkan 1.500 atlet ini dipandang sebagai langkah penguatan pembinaan atlet dan persiapan menghadapi kompetisi lebih tinggi. Penyelenggaraan yang tertib dan transparan menjadi fokus utama panitia dalam beberapa hari ke depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait