Kebijakan Pendidikan Prabowo Dirasakan hingga Ujung Negeri
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq menyatakan kebijakan pendidikan yang digagas Presiden Prabowo mulai dirasakan anak-anak hingga wilayah terdepan pada 14 Agustus 2026 di Jakarta. Ia mengatakan program itu menjangkau kebutuhan gizi, kesehatan, serta pemerataan pendidikan bermutu agar anak-anak mampu meraih cita-cita.
Program gizi dan contoh nyata
Fajar menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu perangkat kebijakan yang langsung menyentuh kehidupan siswa. Ia mencontohkan Kristina Beno, siswi kelas VI dari Merauke, yang merasakan manfaat MBG dan mendapat dorongan dari pidato kenegaraan presiden.
“Presiden Prabowo Subianto menunjukkan pandangan yang utuh tentang pembangunan manusia. Anak-anak harus memperoleh gizi yang cukup, tumbuh sehat, belajar di sekolah yang layak, dan mendapatkan pendidikan bermutu.
Dari fondasi itulah negara membuka jalan bagi mereka untuk mencapai cita-cita,” ujar Fajar di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurut Fajar, Kristina mewakili jutaan anak Indonesia yang menyimpan mimpi besar, dan pemerintah berupaya agar lokasi kelahiran tidak menjadi batas masa depan anak.
Revitalisasi sekolah meluas
Fajar memaparkan kenaikan signifikan dalam program revitalisasi satuan pendidikan. Jumlah sekolah yang menerima bantuan meningkat dari 16.167 sekolah pada 2025 menjadi 71.774 sekolah pada 2026. Cakupan bantuan termasuk sekolah-sekolah di pulau terluar seperti Miangas.
Pemerintah menyatakan revitalisasi bertujuan memperbaiki ruang belajar sehingga lingkungan pendidikan lebih layak untuk siswa dan guru.
Percepatan digitalisasi pembelajaran
Selain revitalisasi, pemerintah mempercepat digitalisasi dengan penyediaan Papan Interaktif Digital atau PID. Dukungan perangkat meningkat dari satu perangkat per sekolah pada 2025 menjadi tiga perangkat per sekolah pada 2026.
Fajar menjelaskan bahwa PID membantu guru menyampaikan materi secara visual dan interaktif, sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup.
Dampak pada pengalaman belajar
“Revitalisasi dan PID bukan sekadar pembangunan gedung dan pembagian perangkat. Keduanya mulai mengubah pengalaman belajar anak. Ruang kelas menjadi lebih layak, pembelajaran lebih hidup, dan guru saat ini memiliki lebih banyak cara untuk menjelaskan materi,” katanya.
Dengan kombinasi pemenuhan gizi, perbaikan sarana, dan perangkat pembelajaran digital, pemerintah berharap lebih banyak anak dapat menggapai potensi tanpa terbatas oleh tempat lahir.
Ke depan, implementasi program ini akan menjadi indikator penting dalam menilai pemerataan kualitas pendidikan dan efektivitas intervensi gizi serta teknologi pembelajaran di seluruh penjuru negeri.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
B.M. Diah: Peran Kunci Menyebarkan Kabar Proklamasi
B.M. Diah menggandakan dan menyebarkan naskah Proklamasi, memastikan kabar kemerdekaan sampai ke berbagai wi...
Gempa M7,7 Timur Laut Nagekeo, Badan Geologi Imbau Ikuti Jalur Evakuasi
Badan Geologi imbau warga tenang, patuhi jalur evakuasi setelah gempa M7,7 Timur Laut Nagekeo pada 15 Agustu...
Bareskrim Ungkap 2 Jaringan Judi Online, Transaksi Capai Rp890 Miliar
Bareskrim membongkar dua jaringan judi online terhubung Kamboja; 23 tersangka ditangkap dan satu jaringan te...
Zulhas: Operasional 30 Ribu KDMP Tunggu Perpres
Pembangunan 30.000 KDMP ditarget selesai Agustus 2026, tetapi operasional ditunda sampai Perpres diterbitkan...
Menhub Prioritaskan Keselamatan Transportasi Pasca Gempa NTT
Menhub perintahkan pemeriksaan menyeluruh pasca gempa NTT pada 15 Agustus 2026 untuk menjamin keselamatan pe...
Menpora Bacakan Pesan Presiden di Hari Pramuka ke-65
Menpora Erick Thohir membacakan pesan Presiden saat Hari Pramuka ke-65 di Buperta Cibubur, menekankan peran...