Kebakaran Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur, Api Sulit Dipadamkan
Aceh Timur – Sebuah sumur minyak tradisional meledak dan terbakar di Desa Lhok Leumak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (4/7). Hingga sore hari api belum padam dan upaya pemadaman masih berlangsung, sementara penyebab kebakaran sedang diselidiki pihak kepolisian.
Kronologi singkat
Peristiwa terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Warga pertama kali melihat kolom asap tebal dan api di lokasi pengerukan minyak tradisional. Api kemudian merembet ke sumur-sumur lain yang berdempetan.
"Kami melihat asap membumbung tinggi, lalu warga mendekati lokasi. Dari jarak 200 meter sudah terasa panas akibat kebakaran itu,"
"Suasana sangat panas dan dilarang terlalu dekat dengan sumber kebakaran," kata M. Jabri.
Upaya pemadaman dan dampak
Plt. Kepala BPBD Aceh Timur, Safrizal Fauzi, mengatakan lima unit mobil pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi. Personel BPBD dan Damkar bekerja bersama aparat setempat untuk mengendalikan kobaran api.
"Kita telah kerahkan personel dan armada Damkar ke lokasi. Untuk penyebab kebakaran dan kerugian materi itu kewenangan pihak kepolisian," ujar Safrizal Fauzi.
Sampai pukul 17.00 WIB api belum bisa dipadamkan sepenuhnya. Warga diminta menjauh untuk menghindari bahaya. Informasi awal menyebut sebuah mobil pikap L300 dan beberapa sepeda motor berada di area yang terbakar; namun belum ada konfirmasi resmi terkait korban jiwa atau kerugian materi.
Penyelidikan dan peran aparat
Camat Darul Ihsan, Rafli, menyatakan bahwa kejadian telah dilaporkan ke pimpinan daerah. Polsek Darul Ihsan dan Polres Aceh Timur sudah turun tangan untuk membantu pemadaman sekaligus mengamankan lokasi.
"Awalnya yang terbakar salah satu sumur minyak di Lhok Leumak. Namun api terus menjalar hingga ke sejumlah sumur minyak lainnya yang saling berdekatan," kata Rafli.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan polisi. Penanganan teknis dan penentuan pihak yang bertanggung jawab akan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian di lapangan.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Peristiwa ini menyorot praktik pengeboran minyak tradisional yang rawan kecelakaan. Jika terbukti terjadi kelalaian atau pelanggaran, proses hukum dapat dilakukan sesuai temuan penyelidikan. Pemerintah daerah dan aparat diharapkan memperkuat pengawasan untuk mencegah kejadian serupa.
Tim gabungan masih fokus memadamkan api dan mengevakuasi warga bila diperlukan. Evaluasi terhadap pengelolaan sumur tradisional kemungkinan akan jadi tindak lanjut setelah situasi aman.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRK Aceh Selatan Tahan Dukungan Usulan WPR Sampai Diverifikasi
DPRK Aceh Selatan menunda dukungan usulan WPR hingga Pemkab lakukan sosialisasi, persetujuan keuchik, dan ve...
Polwan Pematangsiantar Perketat Disiplin Jelang HUT ke-78
Polwan Polres Pematangsiantar gelar Gaktiblin pada 18 Agustus untuk tingkatkan disiplin dan profesionalisme...
Jenazah Anak 8 Tahun Ditemukan di Bawah Jembatan Sigagak
Jenazah Hidayah Sitanggang, anak 8 tahun yang hanyut di Bah Sosopan, ditemukan Rabu (19/8) di bawah jembatan...
UMSU Serahkan Smart Vineyard IoT dan Irigasi Surya di Deliserdang
UMSU serahkan Smart Vineyard berbasis IoT dan irigasi tetes tenaga surya kepada petani anggur di Deliserdang...
Polrestabes Medan Tangkap 3 Pelaku Jual Narkoba di Kafe
Polrestabes Medan menangkap tiga pelaku penjualan narkoba di kafe Jalan Darusalam, menyita dua bungkus vape...
FORMASSU-SMAM Mendesak Pemko Medan Segera Bantu Korban Puting Beliung
FORMASSU dan SMAM mendesak Pemko Medan segera melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan darurat serta prog...