Nasional

PU Kaji Tangsel Jadi Kawasan Pendidikan Perkotaan

Bagikan:
Peta perkotaan Tangerang Selatan dan area kajian kawasan pendidikan

Kementerian Pekerjaan Umum mulai mengkaji penataan kawasan perkotaan Tangerang Selatan sebagai kawasan pendidikan perkotaan, Selasa 11 Agustus 2026. Kajian dilakukan oleh Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan masuk program National Urban Development Project yang menargetkan Tangsel sejak 2019.

Ruang lingkup kajian

Tim akan menelaah koridor Pamulang, Setu, Serpong, dan kawasan sekitarnya untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur terkait pendidikan. Analisis mencakup konektivitas transportasi, hunian, sanitasi, dan penyediaan air bersih.

Ini kick-off meeting, rapat persiapan untuk melakukan studi, nanti kita akan melakukan studi di Tangsel, studi kawasan perkotaan

Prioritas area dan isu utama

Koridor Pamulang disebut sebagai salah satu prioritas. Perkembangan di sana berlangsung sporadis sehingga dinilai memerlukan intervensi pemerintah untuk penataan ruang dan fasilitas publik.

Untuk di koridor Pamulang itu masih berkembang secara sporadis. Sehingga intervensi pemerintah sangat perlu dalam penataan koridor itu

Selain Pamulang, tim juga meninjau kondisi Bintaro dan Serpong yang berkembang melalui pengelolaan swasta. Kajian akan mendeteksi masalah kemacetan, banjir, sampah, sanitasi, dan penataan ruang UMKM.

Luasan area dan rencana pilot

Kawasan prioritas awal memiliki luas sekitar 410,75 hektare, membentang dari Bundaran Pamulang hingga Serpong. Tim berencana mempersempit area menjadi pilot project seluas 50 hingga 100 hektare untuk menentukan proyek utama.

Deskripsi Luas (hektare)
Area prioritas awal 410,75
Pilot area (perkiraan) 50–100

Metode kerja dan jadwal

Studi diperkirakan berlangsung enam bulan dengan dua kali peninjauan lapangan. Tim juga akan melakukan wawancara dengan masyarakat untuk memperoleh gambaran kondisi riil di lapangan.

Dalam prosesnya nanti, tim akan melakukan dua kali peninjauan lapangan. Serta wawancara dengan masyarakat

Keterlibatan lembaga dan keluaran kajian

Kajian melibatkan berbagai instansi, mulai dari organisasi perangkat daerah Pemkot Tangerang Selatan hingga pemerintah provinsi Banten. Hasil awal berupa dokumen perencanaan kawasan dan tata ruang perkotaan, bukan pembangunan fisik langsung.

Ini masih dokumen perencanaannya. Nanti keluarannya bukan fisik yang di lapangan. Ini perencanaan secara perkotaan, tata ruang

Konsep integrasi transportasi Transit Oriented Development (TOD) juga akan dikaji, mengingat mobilitas tinggi warga Tangsel menuju DKI Jakarta. Rancangan dasar kawasan diharapkan menjadi acuan pemangku kebijakan untuk langkah perumusan proyek selanjutnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait