Lokal

Penemuan Kasus TB di Sumut Baru 16,4%, Dinkes Gandeng Kader PKK

Bagikan:
Kader PKK melakukan skrining dan pendataan kontak TB di Sumatera Utara

MEDAN — Penemuan kasus tuberkulosis (TB) di Sumatera Utara jauh dari target: per 13 April 2026 tercatat 12.212 kasus atau 16,4 persen dari estimasi 74.308 kasus. Kepala Seksi P2PM Dinkes Sumut, Nora Violita Nasution, menyatakan data ini saat menjadi narasumber pada Seminar Peningkatan Kapasitas Kader PKK di Grand Mercure Medan, Rabu (21/10).

Penemuan kasus dan target triwulan

Dinkes Sumut menargetkan penemuan kasus 90 persen dalam setahun, dengan target triwulan I sebesar 22,5 persen. Capaian saat ini belum memenuhi target tersebut, sehingga diperlukan percepatan pelacakan dan skrining.

Keberhasilan pengobatan belum optimal

Salah satu tantangan lain adalah angka keberhasilan pengobatan yang masih di bawah target. Angka keberhasilan pengobatan baru mencapai 79 persen, padahal targetnya 90 persen. Rendahnya kepatuhan dan pemantauan efek samping obat menjadi perhatian Dinkes.

Angka keberhasilan pengobatan baru mencapai 79 persen dari target 90 persen,

Peran kader PKK dalam pelacakan

Untuk mempercepat penemuan kasus, Dinkes Sumut menggandeng kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari 33 kabupaten/kota. Kader diminta aktif mencari dan merujuk terduga TB ke fasilitas kesehatan.

  • Mencari dan mendata orang yang pernah kontak erat dengan pasien TB, terutama serumah.
  • Melakukan skrining gejala TB secara langsung.
  • Merujuk terduga TB ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
  • Mendampingi proses pemeriksaan dan melaporkan hasil pelacakan kepada petugas kesehatan.
  • Mengedukasi pencegahan dan mendampingi pasien selama pengobatan, termasuk pemantauan efek samping.

TB ini merupakan program PHTC Presiden RI dan program PSD Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Karena itu kami membutuhkan bantuan para kader PKK untuk menemukan penderita TBC,

Data nasional dan konteks

Nora memaparkan bahwa Indonesia berada di peringkat kedua beban TB terbesar dunia setelah India, dengan estimasi 1.090.000 kasus dan 125.000 kematian. Di tingkat nasional, Sumut menempati urutan keempat berdasarkan estimasi jumlah kasus, di belakang Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Upaya Dinkes dan langkah ke depan

Dinkes Sumut telah menjalankan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan penemuan dan pengobatan, antara lain menghadirkan masyarakat untuk diskrining, mendampingi pasien menjalani pengobatan, serta melakukan pengawasan kepatuhan minum obat dan efek samping. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan penemuan kasus dan memperluas pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi yang memenuhi kriteria.

Peningkatan peran kader PKK dianggap langkah strategis untuk menjangkau kontak rumah tangga dan komunitas yang selama ini sulit terdeteksi lewat layanan kesehatan formal. Percepatan pelacakan dan pendampingan pengobatan menjadi kunci menurunkan beban TB di Sumut.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait