Kapolri Ziarah Makam Gus Dur Jelang Hari Bhayangkara
KaPolri ziarah makam Gus Dur pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Kompleks Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang. Kunjungan itu dilakukan oleh Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai bagian rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026.
Kapolri ziarah makam Gus Dur disambut langsung Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Machfudz atau Gus Kikin. Rombongan menerima pengalungan surban sebelum menuju area makam, kemudian melaksanakan doa bersama dan tabur bunga di pusara.
Kapolri ziarah makam Gus Dur juga dimaknai sebagai penghormatan atas jasa tokoh bangsa tersebut, sekaligus momen refleksi bagi institusi kepolisian. Suasana khidmat menyelimuti kompleks pemakaman sepanjang prosesi ziarah.
Rangkaian ziarah dan tata prosesi
Setibanya di lokasi, Kapolri disambut pengasuh pesantren serta sejumlah ulama dan pengurus. Prosesi berlangsung tertib, dimulai dengan sambutan, pengalungan surban, doa bersama, dan penaburan bunga di pusara KH Abdurrahman Wahid.
Acara berjalan singkat namun penuh makna. Hadirnya Kapolri mendapat perhatian jamaah dan pengurus pesantren, yang memberikan penghormatan atas niat ziarah tersebut.
Warisan Gus Dur bagi reformasi dan Polri
Gus Dur dikenal luas karena perjuangannya memperkuat reformasi dan keberagaman. Salah satu sumbangsih pentingnya adalah dorongan pemisahan peran TNI dan Polri pada masa kepresidenannya antara 1999-2001.
- Pendorong pemisahan peran TNI dan Polri yang kemudian dikukuhkan melalui TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000.
- Pembela keberagaman, toleransi, dan kebebasan beragama.
- Upaya reformasi kelembagaan untuk meningkatkan profesionalisme aparat negara.
Langkah pemisahan TNI-Polri menjadi tonggak penting bagi perjalanan reformasi Polri sebagai institusi sipil yang berfokus pada penegakan hukum dan perlindungan masyarakat.
Makna ziarah bagi institusi dan publik
Ziarah ini menunjukkan komitmen institusi kepolisian untuk menghormati tokoh yang berjasa pada demokrasi dan stabilitas negara. Kunjungan juga dimaksudkan untuk mengingat kembali nilai-nilai toleransi, pengabdian, dan persatuan yang diwariskan Gus Dur.
Ke depan, Polri berharap semangat reformasi dan profesionalisme yang diinisiasi para pendahulu terus dijaga. Ziarah ini diharapkan memperkuat hubungan antara institusi negara dan komunitas agama serta sipil.
Kesimpulannya, ziarah Kapolri ke makam Gus Dur tak hanya ritual tradisi menjelang Hari Bhayangkara. Kegiatan ini menjadi pengingat atas peran tokoh bangsa dalam memperkaya nilai-nilai demokrasi, toleransi, dan tata kelola kelembagaan negara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kompetisi Setkab Gengs Asah Berpikir Kritis dan Inovasi
Kompetisi Setkab Gengs digelar Sekretariat Kabinet untuk mengasah berpikir kritis dan menumbuhkan budaya ino...
Seskab Teddy Luncurkan Setkab Gengs, Wadahkan Inovasi Pegawai
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meluncurkan Kompetisi Gagasan "Setkab Gengs" untuk menampung ide pegaw...
Ucapan ulang tahun Prabowo untuk Jokowi bernuansa hitam putih
Prabowo mengunggah kartu ucapan hitam putih untuk Jokowi pada 21 Juni 2026, menampilkan desain sederhana yan...
Bukittinggi Kota Perjuangan: Menbud Fadli Dorong Pengakuan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong Bukittinggi diakui sebagai Kota Perjuangan seiring perayaan 100 Tahun...
IKN Potensi Kuliner UMKM: Peluang Besar bagi Usaha Lokal
IKN berpotensi mendorong perkembangan kuliner nusantara dan membuka peluang bagi UMKM lokal melalui investas...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi
Prabowo menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-65 kepada Jokowi lewat unggahan Instagram pada 21 Juni 20...