Lokal

Gubernur Aceh Sambut Kapolda Baru Irjen Ruddi Setiawan

Bagikan:
Irjen Pol Ruddi Setiawan menerima Pataka Machdum Cakti di Mapolda Aceh

Banda Aceh — Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menyambut pergantian pimpinan di Polda Aceh setelah pelantikan Irjen Pol Ruddi Setiawan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit pada Sabtu (4/7) di Mabes Polri. Serah terima jabatan berlangsung di Mapolda Aceh pada Senin (6/7), menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa pensiun.

Serah terima jabatan dan acara

Proses penyerahan simbolik Pataka Machdum Cakti dilakukan oleh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah kepada Irjen Pol Ruddi Setiawan dalam upacara farewell parade di Lapangan Mapolda Aceh pada Senin (6/7). Pada malam harinya juga digelar acara lepas sambut bagi pejabat baru dan lama.

Tanggapan Gubernur Aceh

Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, Gubernur Mualem menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan baru. Ia menilai pergantian adalah bentuk penyegaran yang membawa ide-ide baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

"Penyegaran bagi Polda Aceh dengan ide-ide baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh, juga dalam merawat perdamaian Aceh. Polda Aceh adalah mitra Pemerintah Aceh,"

Gubernur juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada Irjen Ruddi dan terima kasih kepada Marzuki atas kontribusinya selama memimpin Polda Aceh.

"Gubernur mengucapkan selamat datang pada Pak Ruddi, mari kita bersama-sama membangun Aceh sebaik-baiknya. Terimakasih saya ucapkan kepada Pak Marzuki yang telah memberi warna tersendiri ketika memimpin Polda Aceh,"

Peran Polda Aceh dalam stabilitas

Gubernur menekankan pentingnya peran kepolisian dalam menciptakan suasana aman dan nyaman. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan faktor utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan dunia usaha.

"Ekonomi akan tumbuh jika Aceh dalam kondisi aman dan nyaman. Dunia usaha sangat bergantung pada kondisi Aceh yang stabil,"

Selain tugas keamanan, Gubernur menilai Polda Aceh mampu memadukan kebijakan nasional dengan kearifan lokal dan nilai-nilai Syariat Islam di daerah.

"Memadukan kebijakan nasional dengan nilai-nilai budaya dan Syariat Islam di Aceh,"

Ajakan kerja sama: pentahelix

Gubernur Mualem mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga stabilitas bersama Polda Aceh. Pendekatan ini disebut bagian dari konsep pentahelix yang menggarisbawahi sinergi lintas sektor.

  • Pemerintah dan aparat sebagai regulator dan fasilitator
  • Akademisi menyumbang riset dan inovasi
  • Dunia usaha menyediakan investasi dan teknologi
  • Masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan
  • Media menyebarkan informasi dan edukasi publik

Dengan bergantinya pucuk pimpinan, Pemerintah Aceh berharap sinergi ini semakin kuat untuk mendukung keamanan, pembangunan, dan kesejahteraan di provinsi tersebut.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait