KAI Layani 7,88 Juta Pelanggan Kereta PSO hingga Mei 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melayani 7.882.165 pelanggan layanan kereta Public Service Obligation (PSO) pada periode Januari–Mei 2026, naik 7,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Data resmi dirilis pada 15 Juni 2026 sebagai gambaran kontribusi layanan bersubsidi untuk mobilitas masyarakat.
Angka penumpang dan pertumbuhan
Volume pelanggan PSO sepanjang Januari–Mei 2026 mencapai 7.882.165 orang, meningkat dari 7.303.687 pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan peran program PSO dalam mendukung mobilitas harian warga di berbagai wilayah.
Rincian: KA Jarak Jauh dan KA Lokal
Layanan KA Jarak Jauh PSO tercatat mengangkut 4.951.267 pelanggan hingga Mei 2026, tumbuh 5,1% dari realisasi 4.709.193 tahun lalu. Sementara itu, KA Lokal PSO melayani 2.930.898 pelanggan, naik 13,0% dari 2.594.494 sebelumnya.
Peran layanan bagi masyarakat
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan pentingnya PSO bagi akses masyarakat. Ia menyebut layanan ini memfasilitasi mobilitas untuk bekerja, sekolah, berobat, berdagang, dan menjaga hubungan keluarga antarkota.
“KA PSO membantu masyarakat memperoleh akses perjalanan yang lebih terjangkau untuk bekerja, sekolah, berobat, berdagang, bertemu keluarga, maupun bepergian antardaerah. Bersama Pemerintah melalui DJKA Kemenhub, KAI terus menjaga agar layanan ini tetap relevan dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.
Operasional dan rute
KAI mengoperasikan 13 rangkaian kereta untuk rute jarak jauh PSO. Beberapa nama perjalanan bersubsidi yang disebutkan antara lain KA Kahuripan, KA Bengawan, dan KA Cikuray. Layanan lokal PSO menguatkan konektivitas regional dari kawasan permukiman ke pusat perekonomian dan fasilitas publik.
Pelayanan dan kolaborasi
KAI menegaskan komitmen menjaga kualitas layanan melalui keselamatan perjalanan dan kebersihan sarana. Masyarakat dimudahkan pemesanan tiket melalui aplikasi resmi Access by KAI.
“KAI berterima kasih atas dukungan Pemerintah melalui DJKA Kemenhub dalam penyelenggaraan KA PSO. Dengan kolaborasi ini, kereta api dapat terus hadir sebagai transportasi publik yang selamat, nyaman, terjangkau, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Dengan capaian ini, KAI dan DJKA Kemenhub diharapkan terus menyelaraskan kapasitas layanan dengan kebutuhan mobilitas nasional, sehingga manfaat PSO dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat.
Berita Terkait
Rupiah Menguat 151 Poin di Tengah Harapan Perdamaian AS-Iran
Rupiah menguat 151 poin menjadi Rp17.708 pada 15 Juni 2026, didorong harapan perdamaian AS-Iran dan ekspekta...
Komisi VII Minta BSN Perkuat Daya Saing UMKM
Komisi VII mendesak BSN alihkan anggaran ke program yang langsung memperkuat kualitas dan daya saing UMKM ag...
Jakarta Fair 2026 Perkuat Pasar dan Peluang UMKM
Jakarta Fair Kemayoran 2026 dibuka 11 Juni; jadi peluang utama memperluas pasar dan jaringan bagi UMKM denga...
Menteri UMKM Bidik Transaksi Rp8 Triliun di Jakarta Fair 2026
Menteri UMKM targetkan transaksi Rp8 triliun pada Jakarta Fair 2026 di JIExpo Kemayoran, fokus dorong penjua...
Singapura Tetap Jadi Sumber PMA Terbesar, Realisasi Investasi Q1 2026 Rp498,8T
Rosan Roeslani menyebut Singapura tetap sumber PMA terbesar; realisasi investasi Q1 2026 capai Rp498,8 trili...
Utang Luar Negeri Indonesia April 2026 Naik 1,9% ke USD439,8 miliar
ULN Indonesia April 2026 mencapai USD 439,8 miliar, tumbuh 1,9% akibat peningkatan ULN pemerintah meski ULN...