Kadin Apresiasi Diplomasi 'Bebas Aktif' Presiden Prabowo
Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan diplomasi bebas aktif Presiden Prabowo Subianto yang dinilai memberi kemudahan bagi pengusaha di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi. Pernyataan itu disampaikan usai dialog di Istana Kepresidenan pada Jumat, 31 Juli 2026. Anindya menilai kebijakan tersebut menjaga relasi Indonesia dengan mitra besar sekaligus membuka peluang ekonomi.
Kadin: Diplomasi membuka akses pasar
Anindya mengatakan pengusaha Indonesia tidak terpengaruh oleh rivalitas panjang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Menurutnya, pelaku usaha tetap berbisnis dengan mitra dari kedua negara tersebut. Keaktifan diplomatik Indonesia memungkinkan pengusaha hadir di berbagai forum ekonomi regional dan global.
"Dua adikuasa ini, ada China dan Amerika, keduanya menjalin hubungan yang sangat bagus dengan kebijakan Pak Presiden untuk suatu diplomasi bebas aktif. Dan ini kami terapkan juga dalam ekonomi sehingga kami sangat aktif baik di ASEAN, di G20, di BRICS, lalu di APEC,"
Dampak pada perdagangan dan investasi
Menurut Anindya, keterlibatan aktif di forum internasional meningkatkan efektivitas perdagangan. Ia menekankan bahwa upaya ini bukan sekadar hadir dalam forum, tetapi untuk memperbanyak transaksi dagang. Peningkatan perdagangan akan berdampak pada investasi dan industrialisasi, yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja.
"Tidak hanya untuk ikut suatu forum tapi bagaimana kita bisa berdagang lebih. Kalau kita bisa berdagang lebih tentu efeknya kepada investasi efeknya kepada industrialisasi yang ujungnya lapangan kerja,"
Koordinasi pemerintah dan peran strategis Kadin
Anindya menyatakan Presiden Prabowo sudah memberi peringatan soal dampak perang yang mengganggu pasokan pangan dan energi. Menyikapi ketidakpastian global, Kadin mendorong peningkatan koordinasi dengan pemerintah. Ia menegaskan posisi Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dan pentingnya komunikasi guna mencari solusi serta terobosan di lapangan.
"Kadin sebagai mitra strategis pemerintah mengerti bahwa dalam keadaan seperti ini yang paling bagus adalah meningkatkan komunikasi... kita tetap optimis kita memilih untuk meningkatkan komunikasi, memilih juga untuk terus berupaya dan mencari terobosan di lapangan,"
Catatan ekspor dan pujian sektor swasta
Dalam pertemuan itu, Anindya memaparkan kinerja ekspor Indonesia yang mencapai sekitar USD 300 miliar. Ia menyebut sebagian besar nilai tersebut berasal dari komoditas tambang dan perkebunan seperti nikel, batu bara, dan sawit.
"Indonesia itu ekspor sekitar 300 miliar dollar, di mana sekitar 60 miliar dollar-nya itu yang sering dibicarakan. Dalam konteks batu bara, minyak kelapa sawit, sampai kepada steel atau nikel misalnya,"
Sementara itu, James Riady dari Lippo Group memberi pujian atas gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang visioner dan cepat mengeksekusi kebijakan. Ia menyoroti fokus pemerintah pada swasembada pangan dan ketahanan energi.
"Kesan ya, kepemimpinan yang sangat visionary, sangat strategis, sangat jelas. Dari sisi defensif maupun ofensif,"
"Fokus kuat pada eksekusi, kita lihat manajemen eksekusi ini dan kecepatannya, swasembada pangan, ketahanan energi... listrik subsidi itu enggak naik, 3 kilo LPG itu juga enggak naik, ini kan luar biasa ya,"
Ke depan, Kadin mendorong pemanfaatan perjanjian dagang seperti Comprehensive Economic Partnership Agreement untuk memperluas manfaat perdagangan. Penguatan koordinasi antara dunia usaha dan pemerintah dipandang krusial untuk menghadapi tantangan global dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...