Nasional

Wamen ESDM Tinjau Penerapan B50 di Sipirok

Bagikan:
Wamen ESDM tinjau penerapan B50 di SPBU Sipirok, Tapanuli Selatan

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot meninjau penerapan B50 di tingkat konsumen dan memastikan pasokan bahan bakar tetap lancar. Kunjungan berlangsung di SPBU 14.227.322, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat, 31 Juli 2026. Tujuan peninjauan adalah melihat langsung implementasi B50 dan mendengar pengalaman pengguna kendaraan.

Peninjauan langsung dan pemeriksaan pasokan

Di lokasi, Yuliot memeriksa ketersediaan stok BBM dan berdialog dengan petugas SPBU. Ia menilai distribusi bahan bakar berjalan baik di wilayah tersebut. Pemeriksaan lapangan ini dimaksudkan sebagai bagian evaluasi kelancaran pasokan sekaligus pelaksanaan kebijakan B50 di masyarakat.

Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan

Respons pengguna kendaraan

Tim juga mewawancarai sejumlah pengendara yang sudah memakai B50. Pengalaman pengguna menjadi masukan penting untuk menilai dampak operasional dan kenyamanan penggunaan bahan bakar baru ini.

Usai memakai B50, sama aja. Tidak ada masalah apa apa pada mesin kita, lancar-lancar saja

Ucapan tersebut disampaikan oleh Nainggolan, pengemudi pikap pengangkut ikan asin, yang mengatakan aktivitas angkutannya tidak terganggu setelah beralih ke B50.

Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi 450.000 untuk perjalanan 6 jam aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak

Herwin Siregar, sopir angkutan umum rute Medan-Sipahutar, menyatakan pengalamannya menggunakan biosolar selama delapan tahun. Ia mencatat kebutuhan bahan bakar sekitar Rp450.000 per hari untuk rute yang ia layani.

Agenda kerja dan tindak lanjut

Kunjungan ke SPBU di Sipirok merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Yuliot di Sumatera Utara. Sebelumnya rombongan meninjau PLTA Batang Toru dan selanjutnya menuju fasilitas PLTP Sarulla.

  • Peninjauan stok dan distribusi BBM
  • Dialog dengan pengguna B50 di tingkat konsumen
  • Evaluasi implementasi kebijakan B50 dalam aktivitas sehari hari

Pemantauan langsung ini diharapkan memberi masukan untuk perbaikan teknis dan logistik, sekaligus memastikan transisi ke B50 berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas transportasi dan ekonomi lokal.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait