Yuzar Rasyid: Kader Digital Muhammadiyah Harus Bijak
KEDIRI — Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah agar menggunakan teknologi secara bijak dan tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Pernyataan itu disampaikan saat Workshop Penulisan Sejarah Muhammadiyah dan Pengukuhan Kader Digital di Gedung Muhammadiyah Kota Kediri, Sabtu (12/9/2026).
Pesan utama: kemampuan menyaring informasi
Yuzar menekankan bahwa penguasaan teknologi saja tidak cukup. Generasi muda perlu kemampuan berpikir kritis untuk memilah informasi di era digital. Ia menyatakan peran kader digital sangat strategis untuk menjaga ruang publik agar tetap sehat.
"Saya berharap kader digital Muhammadiyah bisa memanfaatkannya lebih bijak lagi. Di era sekarang kita harus waspada dan memfilter dengan benar. Jika ada berita atau informasi, kaji dulu mana yang baik dan buruk, jangan langsung ditelan mentah-mentah."
Teknologi sebagai alat, bukan tujuan
Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri yang membidangi kepemudaan dan olahraga itu menilai budaya digital penting untuk mengikuti perkembangan zaman. Selain memperluas akses informasi, teknologi juga dapat mempermudah pekerjaan dan aktivitas masyarakat.
Namun, kata Yuzar, kemudahan itu harus diimbangi kecakapan dalam mengelola informasi. Setiap konten yang diterima perlu diperiksa sebelum dipercaya atau dibagikan.
Acara dan inisiator
Workshop dan pengukuhan diikuti lebih dari 100 undangan dari berbagai elemen masyarakat. Kegiatan ini diinisiasi oleh Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) bekerja sama dengan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PDM Kota Kediri.
- Lokasi: Gedung Muhammadiyah Kota Kediri
- Peserta: lebih dari 100 undangan
- Inisiator: MPID dan LHKP PDM Kota Kediri
Landasan ideologi dan akhlak
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Kediri, Achmad Khoirudin, mengatakan kader digital tidak hanya dituntut menguasai perangkat digital. Mereka juga harus memiliki landasan ideologi, akhlak, dan kemampuan komunikasi yang baik agar media sosial menjadi ruang produktif.
"Media sosial tidak boleh menjadi sarana saling menghujat atau menyebarkan berita bohong. Bagi yang berniat buruk zaman ini memudahkan kejahatan, tetapi bagi yang saleh zaman ini juga memudahkan kebaikan. Kuncinya ada pada arah dan pengendalian."
Simbolis dan tindak lanjut
Sebagai bentuk dukungan, Yuzar secara simbolis menyerahkan bantuan seragam kepada Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam). Bantuan diharapkan memperkuat keteraturan dan kesiapan organisasi dalam menjalankan aktivitasnya.
Penguatan budaya digital di kalangan generasi muda, menurut Yuzar dan penyelenggara, perlu terus digalakkan. Tujuannya agar perkembangan teknologi menjadi sarana produktif dan mampu membangun ruang informasi yang sehat serta bertanggung jawab.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Kesadaran Warga Kunci Atasi Sampah Sidoarjo, kata Hari Yulianto
Hari Yulianto minta warga ubah perilaku soal sampah; dukungan BKK Rp300 juta Sidoarjo 2027 perlu diikuti pem...
Hari Yulianto: Kesadaran Warga Kunci Atasi Sampah Sidoarjo
Hari Yulianto menilai kesadaran warga jadi kunci atasi sampah. BKK Rp300 juta Sidoarjo 2027 efektif jika per...
PDIP Jember Ajak Generasi Z Tidak Apatis pada Politik
Widarto mengajak generasi Z Jember tak apatis, aktif memberi kritik dan menyaring informasi lewat nonton bar...
DPRD Pasuruan Soroti Raperda Pajak: Lima Catatan untuk Optimalisasi PAD
Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pasuruan beri lima catatan penting pada Raperda Pajak 2026, menekankan optimalisa...
Komisi VII Dorong IKM Gresik Perkuat Modal, Teknologi, Legalitas
Anggota Komisi VII DPR, Nila Yani, mendorong IKM Gresik perkuat akses modal, teknologi, dan legalitas agar b...
Berani Berkomedi: PDI Perjuangan Jatim Dorong Komika Muda
PDI Perjuangan Jatim menggelar kompetisi stand-up "Berani Berkomedi" untuk mendorong komika muda menyuarakan...