Politik

HKTI Magetan Bawa Semangat Pembaruan dari Rakerda Jatim di Banyuwangi

Bagikan:
Hendrad Subiyakto berbicara pada Rakerda HKTI Jatim di Banyuwangi 10–11 September 2026

MAGETAN — Hendrad Subiyakto, anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan dan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Magetan, menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD HKTI Jawa Timur di Banyuwangi pada 10–11 September 2026. Ia menegaskan komitmen membawa semangat pembaruan untuk memajukan sektor pertanian di Magetan melalui kolaborasi antar-pemangku kepentingan dan program nyata menuju swasembada pangan.

Rakerda HKTI Jatim di Banyuwangi

Rakerda yang berlangsung selama dua hari itu menjadi wadah sinkronisasi program HKTI se-Jawa Timur. Hendrad menyatakan Rakerda lebih dari sekadar penyusunan agenda; forum ini menjadi momentum menyatukan langkah kabupaten/kota untuk bekerja nyata mendukung petani.

"Kami datang membawa suara petani dan pulang membawa tekad untuk berbuat lebih banyak. Prinsip HKTI Magetan adalah membawa semangat membangun pertanian yang lebih maju dan modern agar kehidupan petani semakin sejahtera,"

Agenda dan sinergi: panen raya jagung

Salah satu rangkaian kegiatan Rakerda adalah panen raya jagung. Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara HKTI Jatim, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Polda Jatim, dan Kwartir Daerah Pramuka Jatim. Panen raya dimaksudkan sebagai aksi nyata yang memperlihatkan dukungan lintas sektor terhadap peningkatan produksi dan ketahanan pangan.

Arahan dan fokus HKTI Magetan

Dalam arahannya, Hendrad memaparkan beberapa fokus utama yang akan menjadi prioritas HKTI Magetan. Poin-poin ini dimaksudkan untuk memperkuat posisi petani dalam rantai nilai dan mendorong modernisasi pertanian.

  • Jembatan bagi petani: Memperkuat peran organisasi sebagai fasilitator antara petani dan pemerintah untuk percepatan bantuan dan kebijakan.
  • Penguatan ekonomi dan akses pasar: Mendorong kelembagaan ekonomi petani melalui koperasi, lembaga bisnis, dan perluasan pasar agar produk lebih kompetitif.
  • Regenerasi petani muda: Menyusun program strategis untuk menarik generasi muda masuk ke sektor pertanian dan membangun kader petani masa depan.
  • Pemanfaatan teknologi: Mendorong inovasi dan adopsi teknologi pertanian mutakhir untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing hasil panen.

Dampak dan langkah ke depan

Hendrad berharap implementasi arahan ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani di Magetan. Keberlanjutan program akan bergantung pada koordinasi antara HKTI, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha pertanian.

Ke depan, HKTI Magetan berencana menyusun rencana kerja terukur yang mencakup pelatihan teknologi, penguatan koperasi, dan program regenerasi petani untuk memastikan target produksi serta ketahanan pangan dapat tercapai.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait