Politik

PDI Perjuangan Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa di Nganjuk

Bagikan:
Truk tangki menyalurkan air bersih ke desa pegunungan Nganjuk selama musim kemarau

NGANJUK — Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menyalurkan puluhan ribu liter air bersih gratis kepada warga terdampak kekeringan pada Kamis, 10 September 2026. Aksi difokuskan di kawasan utara Nganjuk yang berbukit untuk merespons krisis air saat puncak kemarau.

Lokasi dan sasaran bantuan

Penyaluran diprioritaskan ke desa-desa di lereng bukit yang kesulitan akses air. Armada truk tangki menyisir jalanan menanjak untuk mencapai titik-titik terisolasi. Beberapa lokasi prioritas yang disambangi adalah:

  • Dusun Pule Gunung, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen
  • Desa Sendanggogor, Kecamatan Lengkong

Metode distribusi dan pemetaan wilayah

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk, Marianto, mengatakan tim tidak menunggu laporan formal. Mereka melakukan pemetaan wilayah terdampak agar bantuan tepat sasaran. Truk tangki mengisi drum penampungan yang sudah disiapkan warga di depan rumah masing-masing.

"Saat ini air bersih sangat dibutuhkan masyarakat. Oleh sebab itu, DPC PDI Perjuangan menyapa warga di pelosok desa dengan air bersih gratis. Tanpa diminta, kader kami turun menyalurkan air bersih ke wong cilik,"

Metode ini memudahkan distribusi ke rumah tangga dan fasilitas umum kecil. Tim bekerja bersama perangkat desa untuk memastikan aliran bantuan terkoordinasi dan merata.

Jadwal dan kelanjutan operasi

Penyaluran dijadwalkan berlangsung intensif sejak Kamis hingga Minggu, dan akan dilanjutkan berkala sampai kondisi pasokan air alami pulih. Menurut Marianto, program ini juga bertujuan menanamkan nilai kepedulian pada kader partai sehingga mereka hadir bukan hanya dalam kegiatan politik, tetapi juga dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga.

"Ini sesuai dengan tekad kita untuk selalu ada ketika warga membutuhkan bantuan. Kepedulian ini terus ditanamkan kepada kader agar tidak hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi hadir saat masyarakat menghadapi persoalan kebutuhan dasar," ujar Marianto.

Aksi tanggap darurat ini dipastikan akan meluas ke desa-desa terisolasi lain di kawasan pegunungan Nganjuk. Penyaluran akan dihentikan sepenuhnya saat curah hujan kembali normal dan pasokan air alami mencukupi kebutuhan warga.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait