Kabut Asap Ganggu Padangsidimpuan, Warga Diminta Pakai Masker
Padangsidimpuan — Kabut asap mulai mengganggu aktivitas warga Kota Padangsidimpuan sejak sepekan terakhir. Asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Riau dan Kalimantan terbawa angin dan menyebar hingga wilayah Sumatera Utara. Kondisi ini membuat keluhan pernapasan meningkat dan menimbulkan kekhawatiran kesehatan.
Asal dan penyebaran asap
Warga melaporkan udara yang biasanya segar kini tampak berkabut. Petunjuk awal menunjukkan sumber asap adalah pembukaan lahan, termasuk pembakaran untuk kebun kelapa sawit. Angin membawa partikel asap dari wilayah terdampak sehingga berdampak pada kualitas udara lokal.
Dampak kesehatan dan kelompok rentan
Kabut asap membuat beberapa warga merasakan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan batuk. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan orang dengan penyakit pernapasan lebih berisiko mengalami gejala lebih berat.
Boru Gultom, 51 tahun, mengatakan bahwa ia tiba-tiba merasa dada sesak dan sulit bernapas sejak pagi hari. Ia kemudian berobat ke rumah sakit karena kondisi tersebut.
Penanganan dini diperlukan agar keluhan tidak berkembang menjadi masalah lebih serius. Warga yang mengalami batuk berkepanjangan, mata perih, atau sesak diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Imbauan pemerintah kota
Pemerintah Kota Padangsidimpuan melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh kabut asap ini. Warga diminta meningkatkan perlindungan diri dan membatasi paparan sampai kualitas udara membaik.
Jika harus keluar rumah, masyarakat diimbau menggunakan masker, kata Balyan Siregar, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan.
Selain menggunakan masker, imbauan lain meliputi pemenuhan cairan tubuh dengan cukup minum air putih dan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak. Pemerintah kota juga meminta warga untuk segera memeriksakan kesehatan bila mengalami keluhan terkait pernapasan.
Imbauan resmi dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Padangsidimpuan Nomor 000.5.3/2295/2026. Pemerintah mengajak masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan keluarga sampai kondisi udara kembali membaik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Lampaseh Kota Gelar RKPG-P dan APBG-P 2026, Bahas Penyesuaian Anggaran
Gampong Lampaseh Kota menggelar RKPG-P dan APBG-P 2026 pada 14 September untuk menyesuaikan rencana kerja da...
Pemkab Simalungun dan PA Sepakati MoU Perbaiki Pelayanan Publik
Pemkab Simalungun dan Pengadilan Agama menandatangani MoU dan PKS pada 14 September untuk integrasikan layan...
Ibadah Rutin di Rumah Kontrakan Gampong Hulu Dihentikan
Pemerintah Gampong Hulu menghentikan sementara kegiatan ibadah di rumah kontrakan setelah warga melapor kare...
DPRD Deliserdang Laporkan Pemkab ke Kemendagri dan KLH soal PT Leomas
DPRD Deliserdang melaporkan Pemkab ke Kemendagri dan KLH karena rekomendasi penutupan PT Leomas belum dijala...
Tim Tabur Kejati Sumut Tangkap DPO Perambah Tambang di Medan
Tim Tabur Kejati Sumut dan Kejari Mandailing Natal menangkap DPO terpidana pertambangan ilegal, Julita Hasby...
Wali Kota Tinjau Penyaluran Bantuan Beras 30 Kg per KK di Tanjungbalai
Wali Kota Tanjungbalai meninjau penyaluran beras 30 kg per KK (alokasi Juli–September 2026) untuk 1.753 KK d...