Lokal

Kabut Asap Selimuti 24 Kecamatan di Aceh Timur, AQI 113

Bagikan:
Kabut asap menyelimuti daerah di Aceh Timur akibat kebakaran hutan di Sumatera Selatan

Sejak Rabu (14/10) sore, sebanyak 24 kecamatan di Kabupaten Aceh Timur mulai diselimuti kabut asap kiriman akibat kebakaran hutan di Pulau Sumatera. Pengukuran menunjukkan AQI 113 yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif, suhu tercatat 30°C terasa seperti 37°C, dan jarak pandang menurun.

Kondisi udara dan sumber asap

BMKG Stasiun Sultan Iskandar Muda memastikan tidak ada titik panas terdeteksi di wilayah Aceh. Asap yang menutupi wilayah timur Aceh berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan, yang dilaporkan mencapai 3.847 titik.

Wilayah terdampak

Selain 24 kecamatan di Aceh Timur, dampak kabut asap juga dilaporkan meluas ke beberapa daerah lain di provinsi Aceh. Daerah terdampak antara lain:

  • Aceh Tamiang
  • Kota Langsa
  • Aceh Timur
  • Lhokseumawe
  • Bireuen
  • Singkil

"Kabut asap mulai terlihat di Julok, sejak Rabu (14/10) sore,"

Pernyataan tersebut disampaikan Keuchik Gampong Alue Gadeng, Matlain Jabri, yang mengamati penurunan kualitas udara di wilayahnya.

Imbauan kesehatan dan keselamatan

Bupati Aceh Timur mengeluarkan sejumlah anjuran untuk menjaga kesehatan warga selama kondisi asap berlangsung. Warga diminta mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan membatasi kegiatan di luar, khususnya untuk anak-anak.

"Untuk anak-anak usia dibawah lima tahun juga diimbau agar tidak keluar rumah,"

Selain itu, Bupati mengimbau agar warga menutup pintu dan jendela rumah, memperbanyak minum air, serta mengurangi aktivitas luar ruangan saat asap pekat. Pengendara diminta menyalakan lampu kendaraan, menjaga jarak aman, dan bila kondisi sangat pekat disarankan berhenti di tempat aman.

"Jika sesak, batuk berat, mata perih – langsung ke Puskesmas atau rumah sakit,"

Catatan dan langkah selanjutnya

Pemantauan titik panas dan kualitas udara menjadi kunci untuk penanganan lebih lanjut. Sementara itu, warga yang mengalami keluhan pernapasan atau gangguan mata diimbau segera mencari layanan kesehatan setempat. Pemerintah daerah dan instansi terkait diperkirakan akan terus mengikuti perkembangan situasi untuk menentukan langkah mitigasi berikutnya.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait