KA Lembah Anai Catat Lonjakan Penumpang 206,5% (Jan–Mei 2026)
KA Lembah Anai mencatatkan volume penumpang sebanyak 130.504 orang pada Januari–Mei 2026 di Sumatra Barat, naik 206,50% dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan ini terjadi karena permintaan mobilitas harian yang pulih dan keterisian armada yang meningkat setiap bulan.
KA Lembah Anai mengalami penambahan kumulatif sebesar 87.925 pelanggan dibanding tahun sebelumnya. Data itu dirilis PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada 21 Juni 2026 dan menunjukkan tren peningkatan pengguna dari bulan ke bulan.
Data bulanan penumpang
Rincian pengguna per bulan menunjukkan keterisian yang konsisten pada rute lokal ini. Berikut tabel perbandingan jumlah penumpang Januari–Mei 2026 dan periode sama 2025:
| Bulan | 2026 (orang) | 2025 (orang) |
|---|---|---|
| Januari | 24.494 | 9.930 |
| Februari | 22.111 | 7.243 |
| Maret | 28.500 | 6.349 |
| April | 29.737 | 10.767 |
| Mei | 25.662 | 8.290 |
| Total Jan–Mei | 130.504 | 42.579 |
Rute dan dorongan permintaan lokal
Rute KA Lembah Anai melayani relasi Kayutanam–Padang dan melintasi Sicincin, Lubuk Alung, Duku, Tabing, Alai, hingga Stasiun Padang. Keberadaan rute ini dekat dengan pusat aktivitas warga, sehingga menjadi pilihan untuk bekerja, sekolah, berdagang, dan berwisata.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kabupaten Padang Pariaman memiliki populasi 467.038 jiwa, dengan empat kecamatan penyangga dihuni lebih dari 160.500 jiwa. Kota Padang tercatat sekitar 965.100 jiwa. Kepadatan penduduk ini mendorong kebutuhan mobilitas harian dan meningkatkan pemakaian layanan kereta lokal.
Reaksi KAI dan komitmen operasional
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menilai kenaikan okupansi menunjukkan bahwa layanan lokal semakin dibutuhkan. Ia menekankan aspek kedekatan, keterjangkauan, dan kepastian waktu sebagai faktor utama.
"KA Lembah Anai memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Sumatra Barat. Pelanggan menggunakannya untuk bekerja, sekolah, berdagang, berwisata, mengakses layanan publik, dan kembali ke rumah," ujar Anne.
"Peningkatan pelanggan pada Januari–Mei 2026 menunjukkan layanan lokal semakin dibutuhkan karena dekat, terjangkau, dan memberi kepastian waktu perjalanan," tambah Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, berharap okupansi yang meningkat membuat KA Lembah Anai semakin menjadi kebanggaan masyarakat. Wisnu menyebut layanan itu menghubungkan kawasan pemukiman seperti Kayu Tanam dan Anam Lingkuang dengan pusat kota secara lebih efisien.
"Kami ingin KA Lembah Anai terus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatra Barat. Layanan ini menghubungkan tempat, menghidupkan perjalanan, dan membantu masyarakat menikmati daerahnya sendiri dengan cara yang aman, nyaman, dan menyenangkan," kata Wisnu.
Implikasi ke depan
Kenaikan penumpang ini memberi sinyal perlunya peningkatan frekuensi, fasilitas stasiun, dan pengawasan keselamatan demi menjaga kenyamanan. Jika tren berlanjut, KAI kemungkinan akan mengevaluasi kapasitas armada dan layanan untuk mengakomodasi permintaan harian.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...