KA Argo Anjasmoro Angkut 68.025 Penumpang dalam 5 Bulan
KA Argo Anjasmoro mengangkut 68.025 penumpang selama lima bulan pertama 2026, naik 285,28% dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat 17.656 penumpang.
KA Argo Anjasmoro melayani rute Gambir (Jakarta)–Surabaya Pasarturi lewat lintas utara Jawa. Dalam kurun Januari–Mei 2026 volume penumpang bertambah 50.369 orang dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya permintaan perjalanan akhir pekan.
Data kinerja angkutan penumpang dirilis PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada 21 Juni 2026. Kenaikan ini tercatat sejalan dengan tingginya mobilitas penduduk di sepanjang jalur relasi tersebut.
Kenaikan penumpang dan data bulanan
KAI mencatat lonjakan penumpang yang konsisten sejak awal tahun. Berikut rincian jumlah penumpang per bulan pada Januari–Mei 2026:
| Bulan | Penumpang |
|---|---|
| Januari | 9.726 |
| Februari | 11.868 |
| Maret | 19.603 |
| April | 13.017 |
| Mei | 13.811 |
| Total (Jan–Mei) | 68.025 |
Populasi sepanjang koridor dan potensi mobilitas
KAI menyebut jumlah penduduk di provinsi yang dilalui menjadi faktor pendorong kenaikan pengguna jasa. Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip KAI menunjukkan angka berikut:
| Provinsi | Jumlah (juta jiwa) |
|---|---|
| DKI Jakarta | 10,6697 |
| Jawa Barat | 51,1639 |
| Jawa Tengah | 38,5650 |
| Jawa Timur | 42,3520 |
| Total | ~142,75 juta |
Rute, perhentian, dan daya tarik lokal
Perjalanan KA Argo Anjasmoro berhenti di sejumlah stasiun utama. Rute ini melewati pusat kota dan daerah wisata sehingga menarik pelancong maupun pemudik singkat.
- Stasiun Gambir (Jakarta)
- Jatinegara
- Bekasi
- Cirebon
- Tegal
- Pekalongan
- Semarang Tawang
- Cepu
- Bojonegoro
- Surabaya Pasarturi
"KA Argo Anjasmoro memberi pilihan perjalanan yang nyaman bagi pelanggan Jakarta–Surabaya. Pelanggan bisa berangkat dari pusat kota, menikmati perjalanan di lintas utara Jawa, lalu tiba di tujuan dengan banyak pilihan aktivitas," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
KAI menekankan setiap kota pemberhentian memiliki daya tarik masing-masing, seperti kuliner, batik, situs warisan, hingga kawasan pesisir yang mendukung minat perjalanan.
Dampak ekonomi dan imbauan KAI
KAI menyatakan pertumbuhan penumpang juga memberi dampak ekonomi pada pelaku usaha lokal di sekitar stasiun. Volume penumpang yang meningkat membuka peluang pemasaran produk lokal dan meningkatkan perputaran ekonomi.
"Bagi pelaku usaha kecil, hadirnya pelanggan membuka peluang dagangan terbeli, produk lokal dikenal, dan ekonomi sekitar stasiun ikut hidup," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Wisnu mengimbau penumpang untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik seiring tingginya permintaan. KAI menyediakan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, loket stasiun, dan mitra penjualan resmi.
Prospek: Jika tren mobilitas dan minat perjalanan akhir pekan tetap tinggi, KAI kemungkinan akan terus memantau kapasitas layanan dan frekuensi untuk menyesuaikan kebutuhan penumpang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Antrean Panjang BBM di Biak Hilang Usai Monitoring Polres
Polres Biak Numfor dan Pertamina pantau 3 SPBU pada 6 Agustus 2026; antrean panjang hilang dan distribusi BB...
JCM Usung 'Nation Heritage' Rayakan HUT RI ke-81 & Anniversary ke-12
Jogja City Mall gelar 'Nation Heritage' sepanjang Agustus 2026 untuk merayakan HUT RI ke-81 dan anniversary...
Smartfren Luncurkan Unlimited 5G di Semarang
Smartfren luncurkan paket Unlimited 5G di Semarang dengan kuota dan kecepatan tanpa batas di jaringan 5G; te...
Ruijie dan Telkom Siapkan Solusi Jaringan Berbasis AI
Ruijie dan Telkom bermitra kembangkan solusi jaringan berbasis AI untuk korporasi; klaim percepatan implemen...
KAI Perketat Keamanan Data, Face Recognition Jadi Pilihan Pelanggan
KAI memperkuat perlindungan data dan menawarkan Face Recognition opsional; Access by KAI catat jutaan penggu...
Pemerintah Tunda Pajak Marketplace untuk Jaga Daya Beli
Pemerintah menunda pemungutan pajak marketplace per 1 Agustus 2026 untuk menjaga daya beli di tengah perlamb...