Festival Jaranan Shenterewe 2026 Meriahkan Tulungagung, 120 UMKM Ikut serta
Tulungagung — Festival Jaranan Shenterewe 2026 digelar meriah di Lapangan Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung pada 27–28 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jawa Timur untuk melestarikan warisan budaya lokal.
Festival dan partisipan
Ribuan penonton memadati lokasi selama dua hari penyelenggaraan. Selain pertunjukan jaranan, festival juga diramaikan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sebanyak 120 UMKM tercatat berpartisipasi, menjajakan produk khas lokal dan kerajinan. Hadir pula sejumlah sanggar seni tradisional yang menampilkan atraksi jaranan khas Shenterewe.
Makna budaya dan peran generasi muda
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Erma Susanti, menilai antusiasme warga menunjukkan apresiasi terhadap seni tradisi yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada 2025.
"Jaranan Shenterewe ini adalah warisan budaya tak benda yang sudah direkognisi oleh Kabupaten Tulungagung pada tahun 2025 kemarin. Sehingga tugas kita bersama-sama tentunya untuk melestarikan,"
Erma, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung, menyebut festival menjadi ruang ekspresi bagi seniman muda. Oleh karena itu, penyelenggara mengusung tagline Youth Culture Fest.
"Jadi, festival jaranan ini khusus untuk anak muda. Kalau budaya lokal tidak diuri-uri oleh anak muda, maka akan kehilangan jati diri. Kita kehilangan karakter nation kita,"
Sinergi lembaga dan rencana ke depan
Menurut panitia, kegiatan adalah hasil sinergi antara Disbudpar Provinsi Jawa Timur dan DPRD Jatim. Mereka menekankan pelestarian kebudayaan sebagai tanggung jawab bersama antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat.
"Semangat dalam pelestarian seni budaya lokal dibuktikan pada kegiatan ini, Bu Erma sudah janji ini pokoknya tahun-tahun ke depan akan diadakan terus dan mungkin lebih banyak titik lagi,"
Ketua Tim Kerja Pembinaan SDM Lembaga Pranata Budaya Disbudpar Jatim, Andiyanto, berharap sinergi ini berkelanjutan dan mendukung amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.
Dampak dan prospek
Penyelenggaraan festival tidak hanya menguatkan identitas budaya, tetapi juga membuka ruang ekonomi bagi pelaku UMKM dan seniman lokal. Penyelenggara berharap kegiatan seperti ini berlangsung tahunan dan meluas ke wilayah lain.
Dengan dorongan partisipasi warga dan komitmen pihak terkait, Jaranan Shenterewe diharapkan terus hidup sebagai bagian penting kebudayaan Tulungagung dan Jawa Timur.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPR Minta Pengusutan Tuntas Kekerasan Ibu terhadap Anak di Pamekasan
DPR minta polisi mengusut tuntas kasus kekerasan ibu terhadap anak di Pademawu, Pamekasan, termasuk pemeriks...
PDI Perjuangan: Perubahan APBD Sumenep Harus Pro Rakyat
Fraksi PDI Perjuangan minta Perubahan APBD Sumenep 2026 tetap berpihak pada rakyat meski PAD naik dan belanj...
Surabaya Minta Perlindungan untuk Pedagang Pasar Tradisional
DPRD Surabaya dan APPSI minta pemerintah lindungi pedagang pasar tradisional dari tekanan pasar modern, dari...
DPRD Jember Minta Pangkas Anggaran Rp2,8 Miliar untuk Stiker Bantuan
DPRD Jember minta Pemkab memangkas anggaran Rp2,8 miliar untuk stiker bantuan dan mengusulkan satu jenis sti...
Jaranan Hiasi Peringatan Kemerdekaan di Trenggalek
Ribuan warga menyaksikan pagelaran jaranan di halaman DPC PDI Perjuangan Trenggalek, 17 Agustus 2026, sebaga...
ASN Banyuwangi Berbagi daftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS
ASN Banyuwangi Berbagi mendaftarkan 1.144 pekerja informal ke BPJS Ketenagakerjaan pada 17 Agustus 2026 untu...