Politik

Puan: Pemerintah harus jamin keselamatan petugas karhutla

Bagikan:

JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menjamin keselamatan dan kesehatan petugas serta relawan yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pernyataan itu disampaikan menyusul gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat melakukan upaya pemadaman di beberapa daerah, yang menurutnya harus menjadi momentum evaluasi standar keselamatan dan prosedur operasi lapangan.

Kronologi korban dan lokasi

Berdasarkan laporan, sedikitnya sembilan petugas dan relawan gugur dalam rangkaian penanganan karhutla. Rinciannya meliputi beberapa wilayah dengan kondisi dan penyebab kematian yang masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.

  • Tiga orang di Kalimantan Tengah
  • Lima petugas/relawan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo
  • Satu warga bernama Nurdin di Barito Kuala, Kalimantan Selatan

Selain itu, laporan juga menyebut seorang warga lanjut usia di Samarinda, Kalimantan Timur, meninggal setelah membantu memadamkan api untuk mencegah meluasnya kebakaran ke permukiman.

Seruan perlindungan dan evaluasi SOP

Puan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menekankan negara wajib memberi perlindungan memadai bagi mereka yang bertugas. Menurutnya, pengabdian petugas dan relawan harus diimbangi jaminan keselamatan yang konkret dari pemerintah.

Tentunya kita banyak berterima kasih atas dedikasi para petugas dan bantuan relawan dalam proses penanganan karhutla.

Ia meminta evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pemadaman, khususnya yang berkaitan dengan keselamatan personel. Evaluasi ini penting agar operasi berjalan efektif tanpa mengabaikan risiko di lapangan, seperti paparan asap dan medan berbahaya.

Fokus pada kesiapan operasi dan kesehatan

Puan menegaskan bahwa perlindungan harus menjadi bagian dari setiap tahap kesiapan operasi. Ini mencakup penerapan prosedur keselamatan, penyediaan alat pelindung diri, serta perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental petugas di lapangan.

Para petugas dan relawan pemadaman karhutla adalah pahlawan kemanusiaan karena berjuang demi membantu keselamatan masyarakat. Pengorbanan mereka seharusnya mendapat perlindungan dan penghargaan yang layak dari negara.

Implikasi dan harapan ke depan

Rangkaian kejadian ini menyorot kebutuhan untuk memperkuat mekanisme perlindungan bagi personel yang menangani bencana ekologis. Selain upaya pemadaman, perhatian serius terhadap keselamatan petugas dan relawan perlu menjadi prioritas agar mereka bisa kembali ke keluarga dalam kondisi selamat.

Puan berharap penanganan karhutla ke depan tidak hanya berorientasi pada pemadaman dan penyelamatan warga, tetapi juga memastikan setiap petugas dan relawan mendapat perlindungan yang layak selama menjalankan tugas kemanusiaan.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait