Sumut Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi untuk Wisatawan
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan jalur alternatif Medan–Berastagi khusus kendaraan wisata untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan di Jalan Jamin Ginting. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai 2027 dan rampung bertahap pada 2028–2029.
Langkah cepat sambil dorong rencana tol
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menyampaikan rencana itu saat menerima pengurus Ikatan Cendekiawan Karo (ICK) di Mikie Holiday Resort, Kabupaten Karo, Rabu (2/9). Menurut dia, pembangunan tol Medan–Berastagi tetap didorong agar masuk blueprint nasional di Bappenas, namun karena proses tol panjang, Pemprov memilih intervensi ruas jalan existing sebagai solusi cepat.
“Target maksimal pengerjaan intervensi fisik ini mulai berjalan pada 2027 hingga selesai pada 2028-2029. Jalur alternatif ini difokuskan untuk kendaraan wisata atau roda enam ke bawah. Sementara jalur logistik tetap kami arahkan melewati rute utama Jalan Jamin Ginting yang ada saat ini.”
Rencana intervensi kawasan wisata
Selain perbaikan jalan, Pemprov akan melakukan pembenahan infrastruktur dasar di kawasan wisata Berastagi. Fokusnya penerangan jalan, drainase, jalur pedestrian, dan ruang publik—bukan pembangunan fasilitas komersial berskala besar seperti mal atau hotel.
Bobby menilai intervensi itu harus memberikan positive spillover bagi ekonomi lokal, sebagaimana upaya revitalisasi kawasan Kota Lama Medan sebelumnya.
Rincian ruas yang akan diintervensi
- Pelebaran Medan–Namorambe–Sembahe: rute alternatif sepanjang 18 km dari Simpang Poci di Jalan Jamin Ginting, lebar direncanakan dari sekitar 4 m menjadi 6–8 m, dan statusnya dialihkan menjadi Jalan Provinsi.
- Overpass dan sudetan Sembahe: pembangunan jalan baru 330 m dan overpass 82 m yang melintasi jalan nasional menuju kawasan Tandu Benua untuk memotong tanjakan.
- Rest area Suka Nalu: rest area berskala besar berkonsep terbuka pada rute 14 km menuju SMK Negeri Murni sebagai titik persinggahan utama wisatawan.
- Trase baru Sibiru-biru: jalan baru sepanjang 3,8 km menembus kawasan Pertamina/Simpang Ketaren; total panjang intervensi penunjang dari Medan diperkirakan mencapai 28 km.
Respons dan tindak lanjut
Perwakilan ICK, Prof. Sukarya Sinulingga, menyambut positif rencana ini. Menurutnya, skema alternatif dapat mengatasi 3–4 titik kemacetan parah yang selama ini menghambat mobilitas dan distribusi logistik dari Karo ke Medan.
“Kami mengucapkan terimakasih, atas nama masyarakat Karo kami sangat gembira dengan kabar ini. Tentunya kami akan terus mendukung pembangunan ini.”
Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya (BMBK-CK) Sumut akan merumuskan perancangan teknis dan penganggaran komprehensif dengan masukan tokoh dan akademisi Karo. Pengerjaan fisik direncanakan dimulai bertahap sesuai anggaran tahun mendatang.
Rencana ini sudah diselaraskan dengan dokumen RPJMD Pemprov Sumut, terutama pengembangan kawasan wisata pegunungan yang mencakup Karo, Dairi, dan Pakpak Bharat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Taqwaddin: Cendekiawan ICMI Aceh Harus Hadirkan Keteladanan
Ketua MPW ICMI Aceh Dr Taqwaddin ajak cendekiawan gabungkan kecerdasan dengan keteladanan dan kerja nyata un...
Debit Mata Ie Menurun, Perumdam Siapkan Mobil Tangki dan SPAM
Debit Mata Ie di Aceh Besar menurun sepanjang 2026; Perumdam siapkan mobil tangki dan dorong pembangunan SPA...
143 Lulusan STMIK TIME Diwisuda, Siap Melangkah ke Dunia Kerja
Sebanyak 143 lulusan STMIK TIME diwisuda di Medan; lulusan diimbau terus memperbarui kompetensi di tengah di...
Banjir Belawan, Wali Kota Medan Turun Lapangan; Bendungan Jebol
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong di Belawan saat ancaman banjir, sementara tanggul Pulo Payu...
Jeffry Barata Lubis Terpilih Aklamasi Ketua SMSI Madina 2026-2029
Jeffry Barata Lubis terpilih aklamasi sebagai Ketua SMSI Madina 2026-2029 dalam Musyawarah I di Panyabungan,...
Rico Waas Usulkan 35% APBD untuk Benahi Medan Utara
Wali Kota Medan Rico Waas pimpin gotong royong di Belawan dan usulkan 35% APBD untuk perbaikan infrastruktur...