Nasional

Jakarta IP Market 2026 Buka Peluang Bisnis untuk Kreator

Bagikan:
Pameran Jakarta IP Market 2026 menampilkan kreator dan eksibitor IP di Jakarta

Jakarta IP Market 2026 resmi dibuka di Jakarta pada Rabu, 29 Juli 2026, dengan fokus membuka peluang bisnis bagi para kreator. Acara ini mempertemukan kreator dengan pelaku usaha, brand, dan pengelola mal untuk menjajaki kerja sama komersial.

Fokus acara dan tujuan

Penyelenggara menekankan tujuan utama acara adalah mempertemukan pihak bisnis dan kreator agar IP bisa dikomersialkan. Acara menargetkan terciptanya kerja sama antara kreator lokal dengan industri ritel, mal, dan brand.

Jakarta IP Market tahun ini memfokuskan kepada tiga hal. Pertama, membuka peluang bisnis agar kreator bisa bertemu pelaku usaha, brand, mall, untuk kerja sama.

Peserta dan program

Jakarta IP Market menghadirkan 28 eksibitor dan menampilkan lebih dari 66 kekayaan intelektual. Acara juga menyertakan forum dan sesi untuk transfer pengetahuan lisensi IP.

  • Eksibitor: 28
  • IP tampil: lebih dari 66
  • Pembicara ahli: 45

Penyelenggara menyebutkan ada 45 pembicara ahli yang membahas strategi lisensi dan pengembangan IP. Program dirancang untuk memfasilitasi negosiasi B2B antar peserta.

Tantangan pendanaan dan peran teknologi

Pada pembukaan acara, penyelenggara menyoroti masalah pendanaan sebagai hambatan utama pengembangan IP lokal. Mereka menyatakan bahwa membangun IP memerlukan dukungan jangka panjang dan sumber daya yang berkelanjutan.

Sebagai salah satu solusi, pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) diangkat untuk mempercepat proses produksi, termasuk pembuatan animasi dan alur kerja kreatif lainnya.

Targetnya adalah agar kreator lokal mendapatkan kerja sama dengan industri ritel, mall, dan brand supaya IP mereka bisa dikomersialkan. Tantangan IP lokal saat ini adalah pendanaan, karena membangun IP itu perlu maraton.

Potensi pasar Jakarta

Dewan Penasehat menyatakan Jakarta memberi peluang besar sebagai pasar, dengan sekitar 42 juta orang beraktivitas setiap hari. Angka ini dianggap sebagai potensi signifikan untuk monetisasi IP lokal.

Inti dari Jakarta IP Market adalah forum Business to Business (B2B). Kami berharap banyak terjadi engagement bisnis di sini.

Peran IP dalam ekonomi kreatif

Menurut Dewan Penasehat, kekayaan intelektual menjadi penggerak utama ekosistem ekonomi kreatif. Pengembangan IP juga dimaknai sebagai bagian dari persiapan menyambut 500 tahun Jakarta pada 2027.

Dalam platform ekonomi kreatif, kekayaan intelektual atau Intellectual Property adalah jantung dan penggerak pertumbuhannya. Saya tidak berpantun, saya akan berpantun nanti kalau pantun sudah menjadi IP Indonesia yang bisa dimonetisasi.

Jakarta IP Market 2026 berusaha membangun ekosistem yang menghubungkan kreativitas dengan pasar, sambil mencari solusi pendanaan dan adopsi teknologi untuk mempercepat komersialisasi IP lokal.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait