Jakarta IP Market 2026: Sambungkan IP Lokal ke Pasar Global
Jakarta IP Market 2026 resmi dibuka di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026, dengan tujuan mempertemukan kekayaan intelektual (IP) ke pasar global. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparekraf DKI, Puji Hastuti, mengatakan acara ini menjadi sarana strategis untuk mendorong nilai bisnis dan ekspansi internasional bagi pelaku ekonomi kreatif.
Ringkasan capaian dan tujuan acara
Acara tahun ini diselenggarakan setelah evaluasi penyelenggaraan sebelumnya yang menunjukkan hasil konkret. Penyelenggara menargetkan nilai transaksi yang jauh lebih tinggi, sejalan dengan peningkatan jumlah peserta dan kesiapan promosi IP lokal.
Ekonomi kreatif hari ini menjadi motor pertumbuhan yang menjanjikan dan Jakarta berada di jantungnya. Jakarta IP Market hadir untuk mempertemukan kekayaan intelektual langsung dengan pasar global
Puji menyampaikan kutipan tersebut saat membuka Jakarta IP Market 2026 di Jakarta, menegaskan posisi kota sebagai pusat kegiatan ekonomi kreatif.
Hasil penyelenggaraan sebelumnya
Pada penyelenggaraan tahun lalu, Jakarta IP Market berhasil memfasilitasi 305 business matching. Potensi nilai bisnis dari pertemuan tersebut tercatat mencapai lebih dari Rp33,4 miliar, menunjukkan peluang komersialisasi IP yang nyata.
Pada penyelenggaraan sebelumnya, acara ini berhasil memfasilitasi 305 business matching. Dengan potensi nilai bisnis lebih dari 33,4 miliar rupiah
Data itu menjadi tolok ukur bagi penyelenggara untuk meningkatkan kualitas pertemuan dan peluang transaksi tahun ini.
Target 2026 dan perubahan peserta
Untuk 2026, penyelenggara menargetkan nilai transaksi yang lebih ambisius. Dengan persiapan lebih panjang dan peningkatan kapasitas fasilitasi, target tersebut dipandang realistis oleh panitia.
Tahun ini dengan persiapan lebih panjang, kami optimis targetnya bisa di atas 100 miliar rupiah. Peserta IP meningkat dari 24 menjadi 28 tahun ini
Jumlah peserta IP meningkat dari 24 menjadi 28, langkah yang diharapkan memperluas jaringan dan peluang transaksi antar-pelaku.
Kolaborasi internasional dan prioritas IP lokal
Penyelenggaraan kali ini juga mencatat kehadiran perwakilan lisensi internasional, sebuah perkembangan penting untuk memperkuat konektivitas pasar.
Ada perwakilan lisensi SEGA dan Disney yang baru pertama kali hadir. Untuk IP lokal, kami memprioritaskan sekitar 18 IP lokal untuk difasilitasi
Pemilihan prioritas terhadap sekitar 18 IP lokal bertujuan memberi akses lebih besar bagi karya lokal untuk ditawarkan ke lisensi dan mitra internasional.
Implikasi dan prospek ke depan
Dengan peningkatan peserta dan keterlibatan pemegang lisensi internasional, Jakarta IP Market 2026 berpotensi mempercepat komersialisasi karya lokal. Jika target transaksi tercapai, acara ini dapat menjadi model pengembangan IP bagi kota-kota lain.
Selanjutnya, keberlanjutan hasil yang diperoleh akan bergantung pada tindak lanjut business matching dan kesiapan pelaku IP untuk memenuhi permintaan pasar global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Jakarta IP Market 2026: 28 Eksibitor dan Target Transaksi Rp100 Miliar
Jakarta IP Market 2026 menampilkan 28 eksibitor dan 66+ IP; target transaksi ditetapkan di atas Rp100 miliar...
Mentrans Lepas TEP 2026: 1.476 Mahasiswa Kembangkan 53 Kawasan
Mentrans melepas 1.476 peserta TEP 2026 dari 10 perguruan tinggi untuk mengembangkan 53 kawasan transmigrasi...
Jakarta IP Market 2026 Buka Peluang Bisnis untuk Kreator
Jakarta IP Market 2026 membuka peluang bisnis bagi kreator dengan 28 eksibitor, 66 IP, dan 45 pembicara untu...
Menteri ESDM Tegaskan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM dan LPG subsidi tidak naik, setelah pertemuan dengan Pres...
Kemendukbangga: Pasangan Indonesia Lebih Banyak Menunda Punya Anak
Kemendukbangga/BKKBN menyatakan pasangan muda di Indonesia lebih sering menunda punya anak karena faktor eko...
Komisi III Minta Polisi Ungkap Kasus Kematian Sutrimo
Komisi III DPR minta Polda Metro Jaya usut tuntas kematian Sutrimo secara profesional, transparan, dan berba...